
S
ebenarnya aku tidak ingin menulis ini, tapi rasanya beban di otak harus dikeluarin.. Dan siapa tahu bisa berbagi pengalaman dengan yang lain...
Masih inget soal
Aku Kemalingan..!! dan
2-0 untuk maling ?
Pencurian yang terjadi di dalam rumah sendiri itu tidak hanya 2 kasus, melainkan 4..! Ya.. Total ada empat kali kasus.. Overview kronologisnya :
- 28 November 2007; aku kemalingan dua buah hp dan dompet berisi uang tunai 5,5jt
- 14 Januari 2008; aku kemalingan sebuah Nintendo Wii yang baru dibeli seminggu
- 14 Februari 2008; kali ini bukan aku yang kemalingan, melainkan kangbayu yang kebetulan menginap; kehilangan sebuah ponsel Siemens.
- 19 Februari 2008; nyokap baru sadar amplop uang hasil penjualan monitor yang dititipkan aku dan disimpan dalam brankas hilang. Sementara barang dan uang lain yang ada tidak ikut hilang.
Kronologis pertama dan kedua sudah dijelaskan di link masing-masing.. Tinggal yang ketiga dan keempat..
14 Februari 2008Saat itu
bayu lagi menginap dirumah. Aku yang memang lagi cape berat alhasil tidur di kamar tidur sekitar jam 23.30an. Sampai dibangunkan kangbayu sekitar pukul 02.10..
"riq.. bangun.. cek.. ada barang lo yang ilang gak?""emang kenapa bay?" *sembari ngecek hp yang utuh semua"gue baru kehilangan hp"*degg* jantung ku berdebar lagi.. Apakah ada kasus ketiga maling masuk kerumah..
Ternyata barang aku gak ada yang hilang. Yang hilang justru ponselnya kangbayu yang ada di dalam tas, jadi malingnya sempat masuk kamar komputer aku lalu membuka tas kangbayu dan mencuri ponsel Siemens nya. Sementara ponsel CDMA Motorola dan Kamera Digital nya utuh.. Agak aneh juga, kenapa tu maling cuma ngambil sebuah ponsel GSM Siemens lengkap dengan chargernya.
Awalnya Bayu sempat bangun ketika orang itu keluar dari kamar komputer ku, dan mengira dia adalah pembantu aku. Tapi setelah ponselnya hilang, barulah dia menyadari bahwa itu adalah maling. Maling itu sepertinya memanfaatkan situasi malam itu.. Malam itu
Sarno (pembantu rumah ku) rupanya lupa mengunci pintu kamarnya di lantai 2. Sementara kamarnya itu ada cerobong yang bisa dipakai untuk turun ke bawah.
Kecurigaan Bayu ke Sarno cukup beralasan, karena :
- Postur tubuh Sarno mirip dengan yang dilihat kangbayu dari belakang. Kurus
- Memakai jaket bertudung hitam yang ditemukan di atas kasurnya Sarno
- Sarno adalah orang baru
- Tidak ada suara yang dibuat, sehingga kemungkinan pelaku adalah orang dalam
Tapi setelah diinterogasi dan digeledah isi kamarnya, serta lokasi lain yang memungkinkan untuk meletakkan ponsel itu.. Hasilnya Nihil. Kalaupun dia pelakunya, tidak ada barang bukti yang bisa didapatkan.
Hasilnya? 3-0 untuk Maling. Damn..
***
Sejak kemalingan yang ketiga kalinya, keamanan mulai lebih ditingkatkan. Walau yang kehilangan barang itu bukan orang rumah, tapi jelas kejadian itu mempermalukan kami selaku tuan rumah. Setelah diselidiki kemungkinan orang luar masuk ke lantai 2 kamarnya Sarno, barulah kami tahu.. Bahwa malingnya benar-benar tahu kondisi. Kenapa? Karena tetangga sebelah kiri aku sedang renovasi rumah dan pindah sementara. Jadi rumah ditinggalkan kosong. Sementara, dia punya tangga melingkar ke atas yang letaknya bersebelahan dengan balkon atas ku. Rumah kosong itupun jadi aman untuk dimasuki dan dinaiki tangganya. Dari situlah kemungkinan maling yang ketiga itu masuk.
Pasang teralis pun dilakukan.. Ditambah kawat berduri dan beberapa pagar tambahan antara kiri-kanan rumah. Berharap tidak ada lagi kejadian kemalingan.
Ternyata..
19 Februari 2008Aku sempat meminta tolong Ibu ku untuk menyimpan amplop uang yang masih tertutup berisi uang penjualan Monitor itu pada Jumat malam. Karena sabtu bank tutup.. Hari senin itu aku lupa meminta. Gak tahunya selasa pagi, Ibuku sempet heran menemukan dompet perhiasan berisi kalung emas ada di pinggir tempat tidur.
"Eriq, kamu ambil uang penjualan monitor?""Ha? Engga.. Belum diambil.. Kenapa?"Ibu ku langsung bingung dan sedikit panik, menayakan hal yang sama ke Ayah.. Yang juga ga tahu apa²..
FYI, uang dalam amplop yang masih di lem hasil penjualan monitor itu disimpan dalam beauty case berisi barang berharga yang dimasukkan lagi ke dalam brankas. Brankas itu sebenarnya punya kunci ganda, selain kombinasi angka putar juga menggunakan kunci biasa. Ibuku males pakai kombinasi dan mengandalkan kunci biasa.
Kunci brankas itu dimasukkan ke dalam sebuah laci dalam lemari yang kunci lemari tersebut disimpan lagi di sela-sela barang di dalam laci lemari yang lain. Jadi gak mudah untuk membukanya.
Kami pun ngecek apakah ada yang hilang. Selain amplop berisi uang tunai penjualan monitor senilai 2jt itu, tidak ada yang hilang. Aneh..!! Kalau memang maling itu sudah senekat itu berhasil membuka brankas dan beauty case, kenapa tidak mengambil yang lainnya.. Jelas perhiasan emas berlian dan sebagainya lebih mahal. Belum lagi sebenarnya ada uang tunai satu gepok Rp.10.000,- senilai 1jt yang tidak diambil. Dan uang tunai lainnya yang tersebar di beberapa amplop.
Kenapa hanya uang tunai 2jt yang berada di dalam amplop tertutup?
Semakin heran.. Ibuku malah sempet mikir ada orang yang punya ilmu.. Kalau aku masih memilih menggunakan logika. Dan kecurigaan aku justru mengarah ke orang yang paling lama tinggal dirumah, yaitu pembantu aku yang sudah belasan tahun tinggal serumah.
Awalnya jelas kecurigaan aku tidak didukung ortu, mengingat tidak baik
su'udzon.. Apalagi beliau sudah nenek-nenek. Kalau dia maling, kenapa gak dari dulu aja.. Kenapa harus puluhan tahun?
Alasan aku adalah:
- Dia emang orang kampung bodoh yang tidak bisa tulis baca, tapi dia tahu nilai uang
- Dia punya akses masuk kamar ortu ku untuk membersihkan kamar. Jadi jelas punya banyak waktu untuk eksplorasi
- Dia akan berhenti bekerja dalam waktu dekat. Mungkin aja dia butuh uang untuk masa akhir kerja nya nanti.
Setelah 4 kejadian kemalingan dalam waktu kurang dari 4 bulan itulah, kami sekeluarga memutuskan untuk tidak percaya sekalipun sama orang rumah. Walau sudah puluhan tahun kerja.
Dan setelah di test kejujuran, memang pembantu ku yang nenek-nenek ini mulai berbohong. Misalnya ketika ibuku menanyakan celana panjang aku yang belum masuk lemari, dia bilang kalau celana nya belum ketemu entah dimana. Padahal jelas-jelas ada di kamarnya. Lalu beberapa hari kemudian dia bilang ke Ibuku kalau celananya baru ketemu, ada di lantai atas. Lah, apa kabar ya celana yang ada di atas kamarnya waktu itu?
***
4 Kejadian itu benar-benar bikin hidup kami sekeluarga tidak tenang. Terutama Ibuku yang selalu berdoa.. Ibuku ikhlas atas semua yang terjadi, tapi beliau ingin ditunjukkan siapa pelaku dibalik ini semua.
Doa ibu ku pun terjawab sudah..
Suatu hari *entah pastinya kapan*, Ayahku ditelepon oleh seseorang yang bernama
Mulyono.
Mulyono adalah seorang pengusaha bubur ayam di daerah Kampung Rambutan. Dia tahu nomor ponsel ayahku dari HP nya
Gayat.
Gayat adalah anak asuh ibuku yang tinggal bersama kami sejak 2004. FYI, Ibuku punya dua anak asuh yang tinggal serumah bareng.. Namanya
Amanu (biasa dipanggil
Manu) dan satu lagi
Gayat.
Kalau diceritain soal Manu dan Gayat, bisa panjang bener.. Hmm.. Overview nya..
- Amanu berusia sekitar 25th, dan memiliki ijazah SMU. Awalnya dia nyari kerja, namun karena lulusan SMU, ayahku menyekolahkan dia di kampusnya. Dan Manu ini adalah orang yang tinggal serumah denganku waktu aku ga serumah dengan ortu karena tinggal di Tebet. Karena sama-sama kuliah, makanya aku pernah nulis jurnal pembantu kuliah, majikan dirumah.
- Gayat, anak lulusan SD yang berhenti sekolah karena dia adalah anak Yatim yang ibunya tidak punya kemampuan finansial menyekolahkan anaknya. Masih satu kampung dengan pembantu aku yang nenek-nenek itu (namanya Yu Nar). Jadilah dia disekolahin hingga lulus SMP. Soal SMA, tadinya dia mau berhenti, tapi belakangan mau juga nerusin sekolah.
Di awal tahun 2006, Ayah Ibuku mulai tinggal serumah lagi di Tebet karena rumah pasar minggu mau dipasarin untuk dijual. Aku sih seneng aja tinggal serumah bareng ortu ku lagi. Malah jadi lebih enak, karena cuma ngurus satu rumah. Jadi pengeluaran bisa lebih terjaga.
Tapi ternyata, Manu dengan Yu Nar itu memiliki masalah. Dan kalau mau dilihat siapa yang salah, sebenarnya Manu. Dia keras kepala dan congkak. Merasa dirinya bukan pembantu, menjadikan dia belagu. Aku pun ternyata baru sadar sering dicurangi oleh manu.. Misalnya ketika aku minta diantar ke kantor, lalu aku minta dia tuker motor ku dirumah dan pakai motor lain untuk kuliah, dia malah pakai motor aku untuk ngeceng di kampus.
Belum lagi ketika lulus kuliah, Manu salah nyari kerja. Dia berurusan dengan kantor Maxgain. Yang mungkin kalian udah tahu kayak gimana reputasi orang yang kerja di sana. Manu bukan kerja di sana, tapi tepatnya kerja untuk Maxgain. Tugasnya mencari investor. Hasilnya, dia dicari orang yang bangkrut setelah invest di sana. Singkat cerita, Manu buron. Pergi dari rumah aku tanpa pamit.
Gayat juga bermasalah. Dia yang ngakunya sekolah terus ternyata absensinya banyak bolos. Usut punya usut, dia sering pamit ke sekolah, minta uang jajan sementara ternyata uangnya habis buat jalan dan beli rokok. Akhirnya Gayat pun mulai berhenti sekolah saat kelas 2 SMA.
Sejak tidak bersekolah, praktis Gayat adalah pembantu dirumah. Kerjaannya mulai mencuci mobil, membereskan kamar, nyiram tanaman sampai memperbaiki apapun yang rusak.
Karena tidak ada manu *plus berhenti sekolah*, mungkin dia bete dirumah dan akhirnya memutuskan mencari kerja di luar untuk merantau. Kita sih oke aja, apalagi karena merasa sering dibohongi dia.
Singkat cerita, keduanya tidak lagi tinggal dirumahku. Yang satu kabur tanpa izin, dan yang satu lagi pamit.
Back to present..
Mulyono itu menelepon Ayahku, untuk mencari Gayat. Katanya dia ngekost bareng Tarkim (orang satu kampung dengan Gayat yang tinggal bareng di tempatnya Mulyono di Kampung Rambutan). Dia mencari Gayat karena ternyata Mulyono itu adalah korban pencurian Gayat.
Aku sendiri tidak begitu mengerti pembicaraannya, karena aku cuma mendengar penjelasan cerita dari Ayahku.. Gayat bilang ke mulyono kalau dia masih tinggal sama majikannya (which is aku dan keluarga). Gayat sering pamit pulang kerumah majikan saban dini hari, katanya untuk alasan nyuci mobil lah, dan alasan lainnya yang aku ga paham.
Awalnya Ayahku heran, darimana Mulyono bisa tahu nomor nya.
Ternyata Mulyono bilang, dia tahu nomor Ayahku karena ada di ponselnya Gayat yang dijual ke dia. Ponsel yang dijual ke Mulyono adalah ponsel yang ayahku kasih. Sementara itu, Mulyono cerita kalau Gayat ngaku dikasih 2 hp nokia baru (2630 dan 6120c) dan uang tunai dari majikan lamanya **damn you thief**, dan katanya dia juga dikasih video game dengan DVD Player. Terakhir dia juga dapet ponsel Siemens.
WHATT...??
Aku ga tau Mulyono ini siapa, tapi semua orang juga bakal mikir, mana ada orang baik hati segitunya ngasih barang..
Trus akhirya Ayahku kontak²an dengan Mulyono dan Tarkim. Sampai tadi siang ini (10/03/2008) ayahku menelepon aku dan mengatakan beberapa poin:
- Dompet aku dah kembali, walau uangnya habis. Semua ada kecuali KTP *untuk apa ya KTP? damn*
- Ponsel 6120c aku sempat dipegang Mulyono tapi sudah dijual lagi
- Ponsel Siemens nya kangbayu dijual Gayat 150rb
- Nintendo Wii aku dijual di jatinegara dengan harga 500rb *@#*!
Dengan bukti yang sudah terkumpul ini, aku berencana akan mencari Gayat dan menjebloskannya ke Bui. Tindakan yang dilakukan ini sudah jelas-jelas kriminal..
Sebenarnya tindakan aku mempublikasi hal ini dilarang keras oleh ibuku. Karena Ibuku malu.. Ibaratnya malu telah gagal membesarkan dua anak asuh.. Dan lebih ironis, kami telah memelihara maling..!
Bu, maafin Eriq, Eriq ga bisa diem aja mengalami hal ini. Eriq tahu gimana rasanya jadi Ibu. Apalagi Ibu sempat nangis setelah tahu kelakuan mereka. Eriq tahu Ibu pengen banget berbagi kasih dengan orang yang membutuhkan. Ibu pernah bilang kalau
"Seburuk-buruk rumah ialah di mana ada anak yatim yang dianaya dan sebaik-baik rumah di mana anak anak yatim dipelihara dgn baik".. Kita telah berusaha yang terbaik untuk mereka, tapi inilah balasan mereka ke Ibu..
Setidaknya Ibu dah cukup tenang kan, setelah mengetahui pelakunya adalah orang dalam yang tahu seluk beluk rumah kita, bukan orang luar yang kita tidak tahu seperti apa..
Bu.. Walau anak Ibu cuma satu, Eriq berusaha jadi yang terbaik untuk kalian.. Karena bagaimanapun.. Aku adalah anak kandung Ayah Ibu.. Tetap sabar yah...
damn.. ga bisa nerusin lagi... asli
speechless...
Update (10/03/2008 : 20.00)
Dompet aku dah ada di tangan aku. Tapi ternyata semua identitas aku gak ada, cuma tersisa kartu Fitness Gold's Gym, kartu game master dan kartu diskon EMAX. Hiks.. Ternyata tetep harus ngurus semuanya.. Damn.. Kesel abis..
oh iya.. ada secarik kertas ini di dalam dompet:

Buat yang ga bisa lihat gambar, tulisannya:
"Mas saya sangat dan sungguh2 saya tidak mencuri HP mas Mul. Dan saya hanya mengirim uang segini untuk mas yang sudah memperbolehkan saya tempat untuk berteduh. Salam dari gayat. semoga dagangannya cepat maju" Jadi ternyata dia memberikan uang 250rb plus dompet aku ke Mul itu.. Sementara dirinya raib entah kemana.. Hmph..
Sudah diupdate dengan fotonya