nah ada pe-er tuh... mesti buruan sosialisasi ke media :p
berita dari
detik :
"Mestinya software antipornografi dibagikan secara gratis, itukan program dan proyek pemerintah. Tapi kenapa katanya Kadis Infokom bahwa software tersebut dijual Rp 2 juta per warnet. Tentu kami semua menolak," keluh Maranata, pemilik Qwerty Net Bojonegoro.