Karena sering menonton film HD dalam format widescreen, monitor lama ku sepertinya mulai kurang asik karena belum widescreen.
Apalagi setelah maraknya monitor LCD belakangan ini. Kalau pertengahan oktober 2005 aku beli monitor LCD 19" dengan harga 5,3.. Saat ini kita bisa beli monitor dengan spesifikasi yang sama dengan harga di kisaran 2jt an.
Rasanya aku jadi ingin mengganti salah satu monitor ku dengan yang widescreen dan lebih besar.
Selain widescreen dan lebih besar, aku sebenarnya menginginkan monitor yang memiliki fitur pivot dan HDMI.
Monitor LCD yang paling aku incar adalah Benq FP241w. Monitor 24" itu sudah memiliki banyak hal yang aku inginkan. mulai dari Full HD (1900x1200), HDMI, Component hingga Pivot..
Namun karena satu dan lain hal, sepertinya aku beralih ke monitor yang ekonomis. Asal >19", widescreen dan punya fitur pivot.
Setelah browsing di salah satu forum yang aku ikutin, ternyata ada monitor HP w2207h ini. Dia memenangkan hatiku setelah sebelumnya sempet ngincer juga Viewsonic NX2240W yang memiliki fitur lebih tapi agak mahal sedikit (maklum LCD TV) dan Samsung SyncMaster 223BW yang harganya ekonomis.
HP ini aku pilih bukan semata karena harga tentunya, tapi karena worthed dari segi performance maupun value. Ini spesifikasinya :
- TFT LCD active matrix, 22" diagonal and viewable, BriteView technology
- Resolusi 1680x1050 @ 60Hz
- Input terminal VGA (analog) dan HDMI (digital)
- Contrast Ratio upto 2000:1
- Dynamic Contrast Ratio upto 3000:1
- Response time 5ms
- Dot pitch 0.252mm
- Konsumsi daya: <65w (operating), <2w (sleep)
- Dimensi (H x W x D) : 48,1 x 52,3 x 28,9cm
- Berat : 9 Kg (unpacked)
- USB hub 2 port
- Built-in speaker
Ini adalah kelebihan dan kekurangannya...
Kelebihan- Design menarik, glossy look
- Bisa diputar 90º vertikal (pivot), tilt dan swivel
- Layar cerah, response time cukup baik
- HDMI
- 2 USB hub, speaker. USB hub nya lumayan lah untuk colok² flashdisk dan sebangsanya
- Quickview Preset untuk Movie, Photo, Gaming, Text dan Custom
- Harga termasuk valuable
Kekurangan- Tidak memiliki interface DVI (digital)
- Ada sedikit masalah dengan software HP MyDisplay. Performa komputer jadi sedikit kacau kalau program itu running. Alhasil aku cuma pakai HP MyDisplay apabila aku ingin mode pivot. Kalau tidak, mending di close. Update ke versi terbaru tidak membantu, malah tidak bisa pivot.
- Speakernya setara laptop kelas bawah. Ga rekomended untuk dipakai
- Interface tombol OSD nya agak merepotkan, sementara kalau software juga kurang responsif.