Eriq's posts with tag: gadgets
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | Genius |
Bosen jadi asrot --asisten sorot, red--, aku memutuskan ngeluarin uang pribadi untuk beli semacam wireless presentator. Niatnya mau beli Logitech Presenter.. Atau ngimpi sedikit beli Microsoft Wireless Notebook Presenter Mouse 8000.

Heleh.. Produknya mikocok ini keren abis yak.. Notebook Mouse, PowerPoint Presenter, Laser Pointer plus Media Remote jadi satu..
Sempat lihat di toko langganan, tapi harganya gak nahan jek.. 2x lipat anggaran pribadi ku.. menyentuh satu koma sekian --sangat tidak wise untuk dibeli-- sehingga aku urung membelinya.
Then seperti niatan awal, aku nyari Logitech Presenter.
 Tapi sayangnya, barangnya out of stock. Dan setelah dipikir-pikir, karena ini barang personal use.. Kayanya aku mau nyari yang lumayan murah aja.. Jadilah milih Rivalnya Logitech, Genius Media Pointer.
Well.. Media Pointer ini emang memiliki keterbatasan fungsi dibanding sebuah mouse, karena dia hanya digunakan pengganti tombol penting kala presentasi semisal pageup/pagedn, F5, Esc dan fitur laser pointer.
Kualitas laser pointernya standar lah, mirip dengan yang biasa kita temui di pinggir-pinggir mal.. Tapi sedikit lebih baik sinarnya. Sementara untuk dipegang.. Lumayan nyaman walau finishingnya tidak sebagus Logitech.. Harga emang ga pernah bohong berlaku di sini kali ya..? :p
Dalam boxnya, hanya ada buku manual, 2 buah baterai AAA, sebuah USB receiver dan Media Pointer itu sendiri. Diklaim berjalan di Multiplatform (9x/Me/2k/XP/Vista/Mac), walau fungsi Media nya tidak jalan pada OS dibawah XP atau Mac..
Tombol dan fitur yang ada di Media Pointer ini adalah : Laser ON/OFF, Pageup/down, ESC, F5, Time down/up dan Time Management. Tombol Pageup/down dalam mode Media menjadi Previous/Next Track, Tombol ESC dan F5 menjadi Volume down/up sementara tombol Time down/up dan TIme Management menjadi FB/FF dan Play/Pause.
Agak sulit membuka cap bagian dalam untuk mengeluarkan receiver, dan tombol connect nya juga agak sulit ditekan tanpa tusuk gigi atau benda panjang-kecil-lancip lainnya.. Tapi so far so good lah.. 
    | w2207h | Jan 27, '08 5:38 AM for everyone |
| Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | HP |
Karena sering menonton film HD dalam format widescreen, monitor lama ku sepertinya mulai kurang asik karena belum widescreen.
Apalagi setelah maraknya monitor LCD belakangan ini. Kalau pertengahan oktober 2005 aku beli monitor LCD 19" dengan harga 5,3.. Saat ini kita bisa beli monitor dengan spesifikasi yang sama dengan harga di kisaran 2jt an.
Rasanya aku jadi ingin mengganti salah satu monitor ku dengan yang widescreen dan lebih besar.
Selain widescreen dan lebih besar, aku sebenarnya menginginkan monitor yang memiliki fitur pivot dan HDMI.
Monitor LCD yang paling aku incar adalah Benq FP241w. Monitor 24" itu sudah memiliki banyak hal yang aku inginkan. mulai dari Full HD (1900x1200), HDMI, Component hingga Pivot..
Namun karena satu dan lain hal, sepertinya aku beralih ke monitor yang ekonomis. Asal >19", widescreen dan punya fitur pivot.
Setelah browsing di salah satu forum yang aku ikutin, ternyata ada monitor HP w2207h ini. Dia memenangkan hatiku setelah sebelumnya sempet ngincer juga Viewsonic NX2240W yang memiliki fitur lebih tapi agak mahal sedikit (maklum LCD TV) dan Samsung SyncMaster 223BW yang harganya ekonomis.
HP ini aku pilih bukan semata karena harga tentunya, tapi karena worthed dari segi performance maupun value. Ini spesifikasinya :
- TFT LCD active matrix, 22" diagonal and viewable, BriteView technology
- Resolusi 1680x1050 @ 60Hz
- Input terminal VGA (analog) dan HDMI (digital)
- Contrast Ratio upto 2000:1
- Dynamic Contrast Ratio upto 3000:1
- Response time 5ms
- Dot pitch 0.252mm
- Konsumsi daya: <65w (operating), <2w (sleep)
- Dimensi (H x W x D) : 48,1 x 52,3 x 28,9cm
- Berat : 9 Kg (unpacked)
- USB hub 2 port
- Built-in speaker
Ini adalah kelebihan dan kekurangannya... Kelebihan- Design menarik, glossy look
- Bisa diputar 90º vertikal (pivot), tilt dan swivel
- Layar cerah, response time cukup baik
- HDMI
- 2 USB hub, speaker. USB hub nya lumayan lah untuk colok² flashdisk dan sebangsanya
- Quickview Preset untuk Movie, Photo, Gaming, Text dan Custom
- Harga termasuk valuable
Kekurangan- Tidak memiliki interface DVI (digital)
- Ada sedikit masalah dengan software HP MyDisplay. Performa komputer jadi sedikit kacau kalau program itu running. Alhasil aku cuma pakai HP MyDisplay apabila aku ingin mode pivot. Kalau tidak, mending di close. Update ke versi terbaru tidak membantu, malah tidak bisa pivot.
- Speakernya setara laptop kelas bawah. Ga rekomended untuk dipakai
- Interface tombol OSD nya agak merepotkan, sementara kalau software juga kurang responsif.
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Corsair |
Pengen nulis review lengkap Flash disk ini, tapi karena sempet ngeliat review versi 1GB nya di sini.. Jadi agak males juga.. Well.. I've just got a new USB Flash memory.. Corsair Flash Voyager 8GB. Tapi bukan milik pribadi yah, boleh 'dipinjemin' dari kantor.. Have to admit, aku yang memilih flash disk jenis ini karena tertarik dengan daya tahannya. coba cek di sini. Tsk.. Ada yang coba torturing his flash drive.. mulai dari merebusnya, membekukannya, melindasnya dengan mobil hingga bengkok bagian dalamnya (tapi setelah dibenerin, works!), memasukkan ke dalam mesin pencuci piring, memasukkan ke roti yang dipanggang dalam toaster, mesin cuci hingga akhirnya rusak setelah menaruhnya diatas pizza yang dipanggang di oven bersuhu 215°C selama 13 menit... ckckck.. Actually, pengen juga sih melakukan hal tersebut (selain oven).. Tapi berhubung bukan barang sendiri, ntar bisa berabe.. :p Yah.. Sebagai flash disk, produk ini emang oke lah.. seperti yang udah mencoba menyiksanya.. flash disk ini baru rusak ketika dimasukkkan ke dalam oven atau microwave... So.. in short.. Flash disk ini sanggup bertahan dalam kondisi normal yang ekstrim seperti jatuh, kecemplung, dibawa ke tempat yang sangat dingin maupun berjemur di tempat yang panas tanpa masalah.. Hanya satu kelemahannya.. Flash disk ini tidak anti maling... huhuhu... *sebuah review ga penting*
    | 5700 | Dec 8, '07 4:37 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
A kibat kemalingan waktu itu, aku pun menjadi ribet ketika dinas ke surabaya.. Karena semua nomor kontak aku ada di ponsel yang hilang itu.. Untungnya aku selalu mensync data contacts ke komputer, jadi kalau kehilangan pun.. masih ada backup walau mungkin backupnya tidak paling update.. setidaknya 80% nomor kontak saved. Karena pentingnya sebuah ponsel saat ini, aku pun memikirkan untuk membeli sebuah ponsel baru.. Kriteria yang aku buat tentu standar.. - User-friendly, simpel dan mudah digunakan
- Memiliki unlimited contacts dan bisa di sync ke komputer (microsoft outlook)
- SMS memory unlimited
- Memory besar dan menggunakan card slot
- 3G aktif untuk videocall
- Bluetooth untuk transfer files
- Responsif
- Harga masih termasuk valuable
So.. yang tadinya aku memilih 6120c, karena pertimbangan trauma.. akupun memilih produk yang kurang lebih sama lengkapnya dengan sebelumnya.. REVIEW Nokia 5700*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. Nokia 5700 end user review: menggunakan firmware
V 03.83.1 22-06-07 RM-230 Nokia 5700 (14.01) Sedikit Tech Specnya Nokia 5700- TFT 16M (240x320 pixels), 2.2 inches
- 35MB user memory, 64MB SDRAM, 128MB ROM, ARM 11, 369MHz CPU
- microSD (Transflash) card slot, 512MB card included
- Infrared, Bluetooth v2.0 with A2DP, miniUSB port
- Dual stereo speaker
- SymbianOS v9.2, S60 rel. 3.1, Java MIDP
- 2MP camera (1600x1200); flash. video(QVGA)
- FM stereo radio, Push to Talk (PTT), MP3/AAC/MPEG4 Player, voice memo, T9, calculator
Kelebihan N5700:- Layar 16M (16 juta warna) dengan ukuran layar 2.2 inci.. warna cerah dan layar cukup besar
- Speaker Stereo, suara nya lumayan nyaring dan tidak cempreng
- Kamera nya twist, jadi bisa motret pemandangan maupun diri sendiri dengan lebih nyaman
- Memory internal lumayan, plus dukungan microSD slot dengan card microSD bawaan Nokia 512MB. Lumayan cukup walau sedikit kurang untuk menyimpan video² mp4.
- Cepat dan responsif. Berpindah menu dan menjalankan aplikasi tidak lelet seperti dulu.. Mungkin berkat dukungan 369MHz CPU ARM11 yang cukup membantu mempercepat akses
- Menggunakan miniUSB. Mudah untuk mencari kabel datanya. Tinggal cari kabel kamera digital, card reader dan sebangsanya.
- Masih ada infrared. Sedikit berguna untuk menjembatani ponsel lawas dengan yang baru
- Bisa text to speech.. emang ga ada bahasa indonesia (by default), tapi walaupun sudah didownload untuk bahasa indonesia.. tetep aja ga begitu berguna, kita kan klo sms suka pendek² banget... susah buat dicerna kecuali dilihat.. mabok aja deh tuh yang bacain sms.. :p
- Bisa say callers name.. jadi diantara ringtone muncul suara orang yang manggil nama penelepon.. ga gitu guna juga sama kayak text to speech..
- Pegangan karet sehingga enak digenggam dan tidak licin
- Memiliki light sensor, seperti ponsel lama ku (n73) sehingga keypadnya tidak harus nyala terus kalau cahaya nya cukup.. Efeknya tentu berimbas pada daya tahan baterai nya.
Kekurangan N5700:- Belum mendukung 3.5G
- Ukuran agak besar dan agak berat. Tapi mengingat fiturnya lumayan, yah masih bisa diterima
- Kamera belum autofocus. Namun hasil kameranya cukup baik, dengan mode auto atau night mode
- Kamera model twist dengan posisi samping pun tetap ada kekurangannya. Ketika melakukan videocall, mata kita mungkin tidak seperti menatap lawan bicara melainkan ke layar.. sehingga sedikit menyusahkan, apalagi kalau ingin foto narsis berdua tapi salah lihat (bukannya ke lensa malah ke layar)
- absennya tombol pinsil... tombol yang biasanya hadir ini sekarang digantikan oleh tombol #. kurang begitu bermanfaat bagi yang terbiasa menggunakan SymbianOS 60 dari jaman dulu.. Tapi sedikit membantu untuk marking beberapa item
- tutup samping yang menyebalkan. Nokia 5700 ini sepintas hanya memiliki satu lubang di bagian bawah yang gunanya untuk earphone. tapi ternyata di samping kanan ada semacam laci karet yang isinya lubang charger, slot microSD dan port miniUSB. Nah masalahnya untuk yang sering ngecharge kan berarti harus lebih sering buka laci aneh ini.. Untuk yang belum terbiasa mungkin justru bisa kurang rapat menutupnya.
- By default, blum ada office applications. hal ini sedikit merepotkan karena harus mendownload dulu program quickoffice.
Segitu dulu yang bisa aku review sampai saat ini. Kalau ada tambahan nanti aku edit.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Samsung |
S amsung.. Mendengar nama ini aku selalu kepikiran dengan merek mesin cuci.. Bukan maksud menjelekkan nama Samsung lho ya.. Tapi mungkin karena dirumah aku menggunakan mesin cuci dengan merek ini.. :p Honestly aku percaya merek Samsung. Cuma mungkin lebih percaya kalau saja produk itu adalah Display (LCD Monitor/TV) daripada perangkat lainnya.. Apalagi kasus Optical Drive Samsung sangat tidak reliable dibanding lainnya. (punya banyak pengalaman buruk dengan optical drive samsung). Eniwei.. Aku tertarik dengan Model Samsung 2on ini, karena kebetulan ada yang jual dengan harga miring.. :p Lagipula worthed to try.. Apalagi ponsel dengan seri SCH-W579 ini susah bener nyari reviewnya di internet. Entah karena market nya hanya untuk Indonesia, atau karena reviewnya ditulis dalam bahasa korea sehingga tidak bisa dibaca.. huhu.. Dan beberapa hasil search tentang review ponsel ini pun, justru dibuat reviewnya oleh orang yang gak punya ponselnya.. alias minjem.. Sebenarnya ga ada yang salah dengan minjem dan nulis review, tapi sayangnya yang aku lihat.. kebanyakan yang nulis review itu kurang aware dengan produk yang dia pegang.. so, justru ada beberapa kesalahan. Misalnya review yang dibuat oleh amir karimuddin, menyebutkan bahwa ponsel w579 itu tidak memiliki radio. Padahal sebenarnya ada. So, siapa tahu dengan aku nulis review ini, sedikit membantu buat yang nyari2 di search engine tentang review ponsel samsung ini.. REVIEW Samsung SCH-W579 2onSedikit Tech Specnya Samsung SCH-W579 (2on)- Network: CDMA 800/1900MHz, GSM 900/1800/1900MHz
- Ukuran Fisik 94.5 x 54 x 21.4mm, berat 133,6gr
- Ukuran display utama 2.6" dengan resolusi 240x320 dan warna 262k TFT. Eksternal 1.08" 96x80 dengan 65k TFT
- 2 Megapixel camera with Flash
- MPEG4 video recording in QCIF, 15fps
- MP3 (multi-tasking) / dual speaker
- Bluetooth 1.1 (HFP dan HSP) / USB 1.2
- Offline Mode/ 72 polyphonic ringtone
- 20MB internal memory with microSD slot
- Namecard scanner
- Radio
Berhubung waktu terbatas (nyambi kerja nih, maap ya pak dan ibu boss)... :p langsung ke point nya... Kelebihan SCH-W579:- Layar display besar dengan warna cukup cerah (2.6", sayang resolusinya QVGA sehingga kurang maksimal)
- Fitur touchscreen.. ada Sketch Note. Lumayan buat ngegambar (sayang ga dikasih stylus dari paketnya)
- Sinyal GSM dan CDMA bagus.. Compare ponsel lain, sinyalnya boleh diadu..
- Internal memory cukup besar.. Bisa diupgrade dengan microSD
- Kamera 2MP with Flash. Cukup bagus walau sayang focal lengthnya kurang wide.. Kurang enak buat foto narsis rame2 (maksudnya yang ngambil foto yang neken tombolnya).
- Namecard scanner. Bisa untuk motret namecard dan dimasukkan ke dalam contacts. Cuma hasilnya kurang memuaskan
- Ada Call Reject List. Lumayan untuk masukin hingga 10 nomor panggilan yang menyebalkan.
- Speed dial hingga 99 nomor. Weits.. canggih ga tuh.. (asal bisa hapal aja si anu nomor berapa ya..?) biasanya sih susah ngapalin 99 nomor.. kecuali anda seorang dosen yang memiliki mahasiswa sebanyak 60 per kelas. mungkin cukup berguna untuk memasukkan speed dial sesuai nomor absen mahasiswa.. :p
- Fitur Photo Studio. Bisa ngedit2 gambar sepuasnya. Tapi tanpa stylus.. Hmm...
Kekurangan SCH-W579:- Pertama.. HARGA MAHAL.. Buat yang mikir harga berbanding performance, ini sangat tidak valuable.. Mau tahu kenapa review ini kurang bagus menurut aku? silahkan baca point berikut
- Basically, Ga bisa GPRS. Udah obrak abrik cari settingan GPRS ga ada. Hare gene ga bisa GPRS? whew..
- GPRS ga bisa, tentunya MMS juga. Aneh banget. Buat apa ada kamera kalau ga bisa ngirim MMS?
- GPRS dan MMS aja ga bisa, apalagi 3G ya..? Padahal dari harga dan spesifikasi kamera nya, harusnya dah bisa dong dipake untuk videocall.
- Bluetooth nya cuma bisa dipake buat conge-congean alias BT Headset dengan dukungan A2DP. Tidak bisa untuk transfer file antar ponsel atau device bluetooth lain.
- Ga ada speakerphone. Walau kualitas suara earphone lumayan, tapi seringkali aku butuh fitur speakerphone untuk ngobrol rame2.. Jelas ponsel ini tidak recommended.
- Kameranya model putar, dan tidak auto-pivot. Kalau diputar, maka gambarnya juga jadi terbalik upside-down.
- Lebih konyol dari kameranya, ponsel ini kalau mengambil gambar dari sisi luar, walau sudah dibenerin upside down nya.. ternyata hasilnya mirror.. lagi iseng motret baju yang ada tulisan "ITA", hasilnya di foto jadi "ATI".. haiyah..
- PCLink 3.0 yang disertakan dari CD bawaannya tidak bisa berfungsi. Oh salah, mungkin berfungsi.. Kalau saja kamu tahu port COM berapa yang dipakai oleh kabel USB nya samsung. Aku cukup males untuk ngecek port COM nya. Karena dari 1-6 sudah gagal terus. Gila apa mesti ngecek COM berapa yang dipake kabel USB nya bawaan samsung.. males banget lah.
- Tidak bisa sync dengan Outlook. Kalaupun PCLink 3.0 nya jalan, tetep aja ga bisa sync dengan Outlook. Karena PCLink cuma ada import/export contacts yang artinya cuma bisa mengimport hasil .vcf dari outlook dan export ke outlook. Untuk pertama sih oke lah, tapi seandainya ada perubahan atau penambahan kontak di outlook maupun ponsel gimana? ga bisa disync dong? mesti direplace semua? ajegile...
- Gede banget. Gosh, it's so bulky. Mending deh kalo fiturnya lengkap.. Lha coba baca lagi deh kekurangan ni ponsel..
- Respon touchscreen agak lelet. lebih cepet teken tombol. Lah terus gunanya touch screen?
- Ringtone cuma bisa dari memory internal. Jadi kalau mau ringtone, copy dulu dari memory card ke internal
- Ga bisa muter MP4 movie. Entah kenapa.
- Alarm 3 Set. Mungkin ini kelebihan ya? Tapi kok nanggung amat cuma 3..
- Stylus nya ga dikasih. Ada sih dijual. Tapi kalau ga bisa diselipin di ponselnya.. Mo ditaro mana? Bisa ilang lagi ntar..
- Memory card ga dikasih. Heh.. Udah ada slot nya tapi card nya suruh beli sendiri.. ckckck..
Ponsel samsung ini banyakan kurangnya daripada kelebihannya? Oh.. Iya.. Itu menurut aku sih, jadi dilarang protes.. :p Mungkin ponsel ini lebih ditujukan ke orang yang cuma seneng telepon dan sms. Kelebihan ponsel ini cuma di bagian 2-on nya.. Sisanya, simply nothing! Buat apa ada kamera tapi ga bisa kirim MMS? Buat apa ada bluetooth tapi ga bisa transfer files? Buat apa memory gede kalo toh ga bisa di share? Buat apa layar besar touchscreen kalau ga bisa muter video MP4 yang umum? Apalagi mengingat harga barunya, mending beli 1 ponsel GSM dan 1 ponsel CDMA. Dijamin dapet 2 ponsel yang kaya fitur deh.. bisa lebih kecil dan lebih tipis 2 ponsel dibanding nenteng yang satu ini.. Dah bisa videocall lagi..! Kalau saja harganya 1,5-2jt, mungkin masih jadi pertimbangan deh.. Tapi mengingat harga barunya masih 2x lipat dari harga yang aku tawarkan.. Jelas ponsel ini sangat tidak recommended untuk dibeli.. Ponsel ini adalah ponsel pertama aku yang paling cepat berpindah tangan. Baru sehari beli udah jual lagi.. huhuhu.. Seperti komiknya dokter tito.. ponsel ini emang jelek.. :D 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
S etelah setahun lebih bersama N73 sebagai ponsel utama, kali ini aku "turun derajat".. Actually N73 itu masih oke banget sebagai ponsel utama.. Even banyak banget pengalaman kurang enak dengan ponsel yang responnya lelet ini.. Saking banyaknya keluhan pengguna N73, sampai ada beberapa orang yang beranggapan bahwa N73 ini adalah produk gagal nokia.. Well, tidak sepenuhnya benar.. Karena setelah diupgrade firmware nya, N73 ku bisa berjalan normal dan responsif kok.. So, kalau ada yang tanya alasan kenapa aku mengganti Ponsel utama ku ke Nokia 6120 classic ini.. Beberapa alasan diantaranya: - Nokia N73 mulai bermasalah dalam PC Sync, ketika mensync lebih dari 800 contacts.. dia mulai suka error di tengah sync.. Lalu.. Apa aku harus nyari satu per satu kontak mana yang nomornya berubah, dan kontak mana yang belum masuk dalam daftar contacts di microsoft outlook? kalo cuma 100 orang sih mungkin blum jadi masalah.. Ini kan 800 jek.. mo sampe kapan?
- Nokia N73 yang biasanya lelet (kalau menggunakan message memory dari kartu), akhirnya mulai responsif ketika aku format card dan menggantinya ke internal memory.. Namun setelah beberapa ratus (atau bahkan ribu?) sms/mms yang masuk dan keluar.. Mulailah lelet.. even sudah dihapus message nya.. pernah baca tentang ini di beberapa forum, tapi lupa sumbernya.. salah satu caranya adalah restore factory settings.. haiyah...
- Nokia N73 ukurannya mulai berasa gemuk, apalagi setelah dibandingkan dengan ponsel tipis yang satu lagi, ngerasa ga nyaman aja dengan fitur yang kurang kepakai.. Lagipula kalau sudah ada DSLR, jadi agak males gitu motret pake ponsel.. paling buat iseng² bolehlah.. ga usah sampe 3MP dengan autofocus.. yang paling penting adalah gampang dibawanya..
oke.. sekarang tentang REVIEW Nokia 6120 Classic*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. Nokia 6120 classic end user review: menggunakan firmware
V 03.70 25-05-07 RM-243 Nokia 6120c (B14.01) Sedikit Tech Specnya Nokia 6120c- TFT 16M (240x320 pixels), 2 inches
- Support 3.5G (HSDPA 3,6Mbps)
- 35MB user memory, 64MB SDRAM, 128MB ROM, ARM 11, 369MHz CPU
- microSD (Transflash) card slot, 256MB card included
- Bluetooth v2.0 with A2DP, miniUSB port
- SymbianOS v9.2, S60 rel. 3.1, Java MIDP
- 2MP camera (1600x1200); flash. video(QVGA), secondary QVGA videocall camera
- FM stereo radio, Push to Talk (PTT), MP3/AAC/MPEG4 Player, voice memo, T9, calculator
- Office applications (Excel, PDF, Powerpoint, Word, Zip)
Kelebihan N6120:- Layar 16M (16 juta warna), lebih baik dibanding N73 yang 256k (256ribu) warna
- Ukuran cukup ringkas untuk sebuah ponsel 3.5G dan fitur lumayan (105 x 46 x 15 mm)
- Memory internal lumayan, plus dukungan microSD slot dengan card microSD bawaan Nokia 256MB. Lumayan cukup walau sedikit kurang untuk menyimpan video² mp4.
- Cepat dan responsif. Berpindah menu dan menjalankan aplikasi tidak lelet seperti dulu.. Mungkin berkat dukungan 369MHz CPU ARM11 yang cukup membantu mempercepat akses
- Mendukung 3.5G (HSDPA) hingga 3,6Mbps. Fitur ini akan aku coba kalau dapet coverage 3.5G.. Saat ini aku mencoba menggunakan 3G (UMTS) dan GPRS nya cukup memuaskan. buka web juga tidak lelet.
- Menggunakan miniUSB. Yippe.. yang biasanya nokia punya standar sendiri untuk konektivitas kabel model colokan norak menyebalkan (istilah kerennya: Pop Port), kali ini menggunakan miniUSB. So, kalo kabelnya ketinggalan ya tinggal ambil aja kabel card reader, kamera digital, atau kabel miniUSB lainnya
- Speakernya kenceng dan tidak cempreng.. Akhirnya, walau minus stereo speaker (tidak seperti N73 yang katanya 3D Stereo) tapi kualitas tidak mengecewakan.
- Bisa text to speech.. emang ga ada bahasa indonesia (by default), tapi walaupun sudah didownload untuk bahasa indonesia.. tetep aja ga begitu berguna, kita kan klo sms suka pendek² banget... susah buat dicerna kecuali dilihat.. mabok aja deh tuh yang bacain sms.. :p
- Bisa say callers name.. jadi diantara ringtone muncul suara orang yang manggil nama penelepon.. ga gitu guna juga sama kayak text to speech..
Kekurangan N6120:- ukuran layar 2" dengan resolusi yang sama dengan N73 (240x320) terasa agak kecil, sehingga menyulitkan bagi yang bermata tidak normal
- absennya infrared. oke.. fitur ini kurang berarti, tapi sebenarnya cukup membantu kan untuk menjembatani pengguna ponsel lawas yang masih menggunakan infrared sebagai konektivitasnya?
- kamera belakang 2MP tanpa autofocus. penurunan banget disini compare to N73. Hasil fotonya kurang memuaskan jika menggunakan flash, karena flashnya sangat terang dan berpotensi menghancurkan gambar karena overexposure (untuk jarak dekat). aku lebih menyarankan menggunakan night mode daripada flashnya.
- kamera depan dengan resolusi CIF. Berbeda dengan N series yang menggunakan VGA (640x480), kali ini buat yang narsis berfoto berdua dengan melihat layar harus cukup puas dengan resolusi CIF (320x240). Untungnya hasilnya tidak mengecewakan plus night mode..
- buat maniak sms nokia, kali ini agak sedikit sulit untuk mengetik message dengan cepat karena yang biasanya tombol [*] langsung muncul daftar symbol, sekarang malah ada muncul menu. Namun ini minor, karena 8 simbol terakhir akan muncul paling atas ketika menekan tombol *.
- yang terbiasa dengan kenyamanan browsing contacts di N73 kali ini akan merasa sedikit kerepotan. Misalnya di N73 kita bisa memberikan nama seenak udel (misal: Abee Originalshit Multiply) dimana Abee Originalshit adalah Firstname dan Lastname nya Multiply, lalu kita tinggal memilih mau menelpon dengan mengetik Abee atau Originalshit atau Multiply.. Kali ini kita hanya bisa menelepon Abee dengan Nama Abee atau Multiply (First Name dan Last Name only), tidak seperti N73 yang bahkan bisa mengenali initial.. di N73 kita bisa menelpon Abee dengan mengetik AO (initial dari Abee Originalshit). Kenapa sampelnya Abee? karena dia paling atas di phonebook, makanya sering banget ga sengaja nelepon dia.. maaf ya bee'.. :p
- ada yang aneh di nokia symbian ini? yak.. absennya tombol pinsil... tombol yang biasanya hadir ini sekarang digantikan oleh tombol #. kurang begitu bermanfaat bagi yang terbiasa menggunakan SymbianOS 60 dari jaman dulu..
Segitu dulu yang bisa aku review sampai saat ini. Kalau ada tambahan nanti aku edit.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | WD |
Setelah berlangganan FastNet 1500kbps dan banyak mendownload film2 High Definition (HD), hard disk dirumah akhirnya mulai menipis.. Pengen beli hard disk lagi tapi kayanya butuh yang external. So, aku memutuskan untuk mencari eksternal HD yang kapasitas besar namun tetep valuable..
MyBook ini sebenarnya memiliki 2 Jenis, Essential dan Premium. Beda versi Premium adalah adanya konektivitas Firewire yang diklaim lebih cepat daripada USB 2.0. Namun aku urung mengambil versi Premium karena ternyata ada incompatibility issue menggunakan firewire nya di windows vista. Akhirnya berdasarkan rekomendasi teman yang sudah punya MyBook Premium sebelumnya, aku pun memilih versi Essential yang hanya berbasis USB 2.0.
WD MyBook ini tidak memiliki tombol apapun. Dalam paketnya hanya ada MyBook, kabel data USB, adaptor dengan 2 jenis colokan listrik (UK dan US), dan install guide.
Ketika dicolok pertama kali, ternyata Hard disk ini sudah dipartisi satu dengan format FAT32. Karena masalah utama FAT32 adalah tidak bisa menyimpan satu file dengan ukuran diatas 4GB, aku pun melakukan convert menjadi NTFS.
Aku belum melakukan benchmark speed test read/write untuk hard disk ini. Tapi aku bisa bilang bahwa hard disk ini cepat dan stabil ketika melakukan transfer baik read maupun write.
Kesimpulan:
+ Harga cukup ekonomis (berbanding kapasitas) + Tidak berisik + Lumayan dingin + Design oke, benar-benar seperti buku + Adanya kabel untuk US/UK
- Agak berat untuk dibawa kemana-mana - Butuh AC Adapter - Tidak adanya software untuk backup - Minus Firewire 
Hemm.. Aku ga terlalu suka PDA phone.. tapi yang satu ini kayanya ko gimanaa gitu.. *jatuh cinta*  Highlights
* Do more on the move with Windows Mobile® 6 Professional - instant email, calendar and contacts synchronisation * Take your office with you – download, view and edit documents no matter where you are * Work in comfort with the unique tilting touch screen * Find your way wherever you are with built-in GPS navigation with TomTom taster software * Enjoy super fast connectivity with 3G/HSDPA, GSM/GPRS/ EDGE, Wi-Fi® and Bluetooth® 2.0
Key features
* Windows Mobile® 6 * Tilted 2.8” 240*320 QVGA touch screen * Sliding QWERTY keyboard * 3 mega-pixel auto focus camera * Value Added Applications - HTC Home™, TomTom navigation software, Business card scanner * Tri-band UMTS with Quad-band GSM/GPRS/EDGE * ROM 256MB and RAM 128MB * 360 degree 3 way jog wheel paired with OK button * microSDTM card slot * Advanced touch screen technology
Tech Spec Processor Qualcomm® MSM 7200, 400MHz Operating System Windows Mobile® 6 Professional
Memory ROM: 256MB RAM: 128MB SDRAM
Dimension 112 mm (L) X 59 mm (W) X 19 mm (T)
Weight 190g with battery
Display 2.8 inch, 240 X 320 QVGA TFT-LCD display with adjustable angle and backlight
Network HSDPA/UMTS: Tri-band 850, 1900, 2100 MHz HSDPA: Up to 384kbps for upload and 3.6Mbps for download UMTS: Up to 384kbps for upload and download GSM/GPRS/EDGE: Quad-band 850, 900, 1800, 1900 MHz (The device will operate on frequencies available from the cellular network)
Device Control Finger scrolling and panning 5-Way navigation control Keyboard Slide-out QWERTY keyboard
Connectivity Bluetooth® 2.0 Wi-Fi®: IEEE 802.11 b/g HTC ExtUSB™ (11-pin mini-USB and audio jack in one) GPS antenna connector
Camera Main camera: 3 megapixel CMOS color camera with auto focus Second camera: VGA CMOS color camera Audio
Built-in microphone and speaker Ring tone supported formats: MP3, AAC, AAC+, WMA, WAV, and AMR-NB 40 polyphonic and standard MIDI format 0 and 1(SMF)/SP MIDI
Battery 1,350 mAh rechargeable Li-polymer battery
Standby time: Up to 350 hours for UMTS Up to 365 hours for GSM Talk time:
Talk time: Up to 264 minutes for UMTS Up to 420 minutes for GSM Up to 120 minutes for video call
Expansion Slot microSD™ memory card (SD 2.0 compatible)
AC Adapter Voltage range/frequency: 100 ~ 240V AC, 50/60Hz DC output: 5V and 1A
Glek.. Apa yang aku inginkan dari sebuah PDA Phone ada di sini.. Triband, HSDPA, WiFi b/g, Bluetooth, GPS, camera for video call, 3MP Auto Focus.. Whew.. Sayangnya layarnya masih QVGA.. Coba kalau sudah VGA.. seru kayanya.. Menurut informasi temen di forum, perkiraan harganya diatas 8jt dan mungkin 9jtan.. soalnya Dopod 838 Pro yang baru gress aja masih diatas 7jt.. Huee.. pengen.. ada yang mau beliin? :p Click a thumbnail to enlarge:
   | 2630 | Sep 16, '07 4:09 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
Lagi jalan-jalan ke Roxy, terus iseng lihat ponsel Nokia yang punya slogan "Ponsel tipis harga minimalis". Kayanya boleh juga ni ponsel.. Actually ponsel lama aku masih bagus. Cuma beberapa orang yang sering aku telepon komentar bahwa ada suara ga jernih apabila aku telepon mereka.. Alhasil aku berniat tuker tambah dengan ponsel tipis ini. referensi ponsel Nokia 2630 ada di sini. Sedikit tech specnya
Layar TFT 65k (128x160 pixels) Ringtone 24 polyphonic, MP3 Phonebook 1000 entries 11MB user memory GPRS Class 10, EDGE, Bluetooth, USB VGA Camera (640x480), video (128x96) Java MIDP 2.0, MP3 Player, Recorder, FM Radio Kelebihan 2630 Ukuran kecil. tinggi 105mm, lebar 45mm dan tebal 9,9mm Ringan, hanya 66 gramSudah memiliki bluetooth. Bisa untuk transfer² file walau memori terbatas (banget). VGA Camera. Cukup untuk sekedar menyalurkan narsis GPRS dan MMS. Lumayan untuk akses google.com saat ujian. atau ngirim foto via mms Radio FM. Sayang mesti dicolokin earphone. Speakerphone. Lumayan untuk ngobrol rame² Kekurangan 2630 Memory internal 11MB. Mau diisi apa yah cuma segini? :( Bisa MP3, tapi ga bisa buka WAV Respon Agak lambat Lepas batere means set ulang date/time. As usual.. Voice Recorder 1 menit. Interface message nya agak aneh Keypad kurang enak buat dipake ngetik sms
Pertama kali ngeliat, ni ponsel kok box nya kecil banget.. Jadi ga ada bangga nya gitu beli ponsel. Dicoba, ternyata not bad juga. Suara nya oke.. Baik dari sisi penelpon ataupun yang ditelepon. Sedikit agak masalah pas sms.. Interface nya aneh. Karena menu messagenya nyatu, baik mau kirim sms ataupun mms.. Jadi membingungkan dengan menu yang kurang penting. Space view untuk sms nya jadi agak terbatas. Belum lagi keypad nya agak nyebelin.. Bikin pegel kalo ngirim sms. Tapi untuk ukuran ponsel tipis plus kamera dan bluetooth ini, harga 1,25 sudah lumayan. Bluetooth nya cukup membantu untuk transfer file, walau terbatas banget spacenya. Mungkin segitu dulu yang bisa aku tulis. More updates.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | Acer |
Laptop ini baru dibeli sepupu aku kemarin. Hari ini aku disuruh mindahin data dari laptop lama ke laptop barunya. Alhasil aku bawa ke kantor buat sekalian ditest.. Spesifikasi laptop ini adalah: Intel Core 2 Duo T5500 (1.66GHz, 667MHz FSB, 2MB cache) Intel 945GM Chipset 512MB DDR2 PC4200 120GB 5400rpm DVDRW Double Layer 12.1 WXGA TFT LCD Display (1280x800) VGA Intel GMA 128 MB (shared) Wi-Fi / GigabitLan / Modem / 3xUSB 2.0 / PCMCIA / VGA-Output / Card Reader / Infrared / Bluetooth / 1.3MP Webcam O/S : None Weight : 1,8Kg sepupu ku langsung upgrade RAM nya menjadi 1GB. My ReviewFirst, aku notice bahwa laptop ini tidak ada logo "designed for Windows XP" or sebangsanya. Jelas bahwa laptop ini memang tidak memiliki OS. Lalu, kenapa sepupu aku dapat windows XP..? apakah original? hoo.. tentu tidak.. tidak ada stiker CoA Microsoft maupun CD Ms Windows OEM. Pas aku cek, ternyata memang bajakan. actually, aku kurang nyaman menggunakan OS dengan windows bajakan. bukan aku anti bajakan, tapi karena windows adalah sistem operasi.. tentu itu adalah hal pertama yang akan dinilai. apalagi di kantor aku marak penggunaan software legal atau open source.. kalau ketahuan gawat.. (ah bodo, bukan laptop aku ini) :p Laptop ini aku coba full charge dan aku test daya tahan baterainya. dia sanggup bertahan selama 2 jam 10 menit dalam kondisi normal. (Profile: Home/Office Desk). Soal fitur, laptop ini lebih lengkap dari notebook aku karena memiliki bluetooth, infrared dan integrated 1,3MP webcam. so far tidak ada keluhan berarti dengan laptop ini selain.. PANAS. Ya.. walau sama-sama menggunakan core2duo 5500, laptop ini berasa panas banget.. entah karena aliran pendinginan yang salah, atau karena body nya yang tipis. mungkin masalah panas di bawah body sih ga masalah ya.. ini di bagian tempat kita menaruh tangan.. jadi coba aja pakai laptop ini untuk kerja lama.. bisa dipastikan pergelangan tangan kita sedikit 'gerah' karena panasnya. Even udah aku kasih notebook cooler di bagian bawah, tidak membantu. karena panasnya memang kearah atas. terutama bagian kiri. Karena non OS.. Tidak ada software tambahan apapun untuk menunjang performa laptop ini. alhasil fungsinya jadi kurang optimal. Mungkin itu dulu yang bisa aku review, mesti kerja lagi nih.. :p Pros and Cons : + lumayan murah untuk spesifikasinya + integrated bluetooth + webcam 1.3MP and microphone - RAM standarnya 512MB. - Panas ! terutama di body keyboardnya - belum termasuk OS - webcam nya flickering 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | PM |
Sebenernya ga tau mereknya apa.. mau ditulis semoga awet tapi kalo emang awet gimana? Karena emang ada tulisan PM.. Mungkin itu kali ya yang bikin.. :p
Eniwei, alasan aku beli ini karena sudah agak bosen beli charger mobil untuk ponsel, pda, iPod dsb. Masing2 punya colokan sendiri dan harganya pun mulai ga worthed..
Sepaket charger all-in-one ponsel harganya 75rb. Charger iPod all-in-one harganya 75rb. Charger notebook Toshiba untuk mobil harganya 175rb. Ditotal harganya lebih dari 200rb. Dan itupun terbatas kemampuannya untuk masing-masing perangkat.
Lagi iseng jalan2 di tokousb.com, nemu barang ini. Yang 100W harganya 160rb. Yang 500W harganya 360rb. Sepertinya harga 200rb untuk 300W ini sudah cukup valuable, dibanding yang 100W dengan beda harga 40rb.
Nah, aku iseng coba untuk ngecharge laptop aku yang menyedot 75W. Hasilnya cukup stabil. Entah ya apakah inverter ini benar-benar sanggup melayani 300W. Kira2 barang apa yang bisa digunakan? mesin cuci, dispenser atau kulkas ga mungkin kali ya.. blender, hair dryer dan PC masih mungkin. Atau ada yang ingin mencoba mesin pompa air di mobil? :p
Hanya saja ketika beroperasi, kipas pendinginnya berputar sedikit berisik.. Yah kira2 sedikit lebih keras dari suara blower AC level 2.
Lumayan ringan dan valuable juga, terutama untuk orang yang sering berpergian pakai mobil dan sering ngecharge barang2 di mobil.. Soal berapa lama barang ini awet, we'll see... :D 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Huawei |
Buat yang langganan Indosatm2 3.5G, pasti kenal sama modem ini. Actually modem ini adalah Huawei HSDPA USB Modem tipe E220. Modem ini bentuknya mungil dan memiliki panjang 9cm. Data transfernya hingga 3.6Mbps. Mendukung HSDPA, WCDMA, EDGE dan GPRS. Terhubung menggunakan mini USB. Hanya tinggal menghubungkan kabel miniUSB ke USB port pada komputer, membuat modem ini sangat portable dibanding versi PCMCIA yang hanya bisa digunakan pada notebook. Modem ini juga driverless, ketika dicolok maka akan muncul CD Drive berisi aplikasi dan driver yang akan terinstall lewat menu Installshield yang sangat user-friendly. Ketika selesai instalasi, maka modem siap digunakan. Hanya tinggal mengklik icon Indosat 3G Connect atau mencolokkan kembali suatu saat akan otomatis menjalankan software ini:  Saat dalam jaringan 3.5G, modem ini akan terhubung dengan kecepatan 3.6Mbps. Dalam kecepatan akses ini, aku mencoba mendownload sebuah file berukuran 6 MB. Kecepatan rata-rata nya adalah 155KB/s. File itupun terdownload kurang dari 40 detik. Dengan kecepatan download 155KB/s, berarti speed nya stabil di 1,2Mbps. Cukup mantap kan? Seperti biasa, tidak semua area mendukung 3.5G ini. Dirumah ku malah hanya dapat sinyal GPRS, otomatis aksesnya turun menjadi 64Kbps. Sayangnya, aku belum mencoba speedtest.net untuk membandingkan kecepatan akses 3.5G aku dengan koneksi lainnya. Besok deh, kebetulan notebook aku lagi di charge dan aku lagi malas untuk konek ke internet via 3G dirumah. Untuk apa internet mobile dirumah ya? kan udah pakai koneksi cable unlimited. :D Dengan laptopku, aku mencoba menggabungkan koneksi cable dirumah dengan 3.5G nya Indosat. Aku memang tidak berharap kecepatan akses internet akan menjadi 2x lipat, karena memang tidak mungkin terjadi. Paling hanya pembagian bandwith nya yang memungkinkan kecepatan yang lebih stabil. Sayangnya aku harus menerima kekecewaan bahwa hanya satu koneksi yang bisa digunakan untuk internet. jaringan rumah aku justru jadi local only, sedangkan internet nya terhubung melalui 3.5G. Gagal deh mau ngegabungin dua jaringan internet.. Yah namanya juga iseng.. :D Mungkin segitu dulu yang bisa aku tulis. Kalau ada yang kurang menyusul belakangan. 
   | WRT300N | Jul 31, '07 8:34 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Linksys |
Actually wireless broadband router ini aku pakai sejak februari akhir lalu.. Hanya saja berhubung saat itu sedang cuti ngempi, akhirnya missed dari review.. Dalam review kali ini sebenarnya aku ga pengen bahas tech spec yang bikin mumet, karena aku pernah review seri Linksys WRT54G dan karena bahasannya teknis banget sehingga ga ada yang bisa kasih komentar.. :p Buat yang ngerti, silahkan baca lagi review lama WRT54G itu. Web-based management nya WRT300N ini juga pengembangan dari seri sebelumnya kok. Bedanya, di bagian wireless kita akan bisa menentukan mode radio band yang kita gunakan. Apakah Auto, Standard (20MHz channel), atau Wide (40MHz channel). Security nya ada penambahan WPA Enterprise dan WPA2 Enterprise. Sebenarnya hal ini juga dapat dilakukan di WRT54G, hanya saja dengan firmware yang baru. Penambahan Web Filter untuk Proxy, Java, ActiveX dan Cookies. Kemampuan untuk memblok hingga 3 aplikasi port sekaligus dalam satu policy, Forwarding (Single Port dan Multiple Range Port) hingga 15 aplikasi untuk FTP, Telnet, SMTP, DNS, TFTP, Finger, HTTP, POP3, NNTP dan SNMP. Advanced Quality of Service (QoS) untuk Aplikasi Messenger, Online Game, Ethernet Port dan Voice Device. Lalu ada fasilitas Remote Upgrade. Sisanya nyaris tidak ada perbedaan dengan yang lama. Alasan aku ganti router lama aku dengan yang ini adalah karena kebutuhan soal range dan speed. Terlepas dari belum adanya standarisasi Wireless-N, aku memilih untuk menggunakan Pre-N dari Linksys. Karena aku sudah membuktikan ketangguhan produk networking mereka. Sangat valuable di kelasnya. Diklaim, WRT300N ini memiliki keunggulan jarak jangkauan hingga 4x lipat dan kecepatan hingga 12x lipat dari Wireless G. Makanya diberi nama 300. Apakah memang sanggup hingga 300Mbps, atau melebihi kecepatan transfer kabel ethernet 3 kali lipat.. Sepertinya tidak juga. Actually aku juga belum bisa membuktikan "speed of life" N tersebut karena perangkat wireless network aku juga hanya G biasa. card network pre-n nya hampir seharga WRT300N, jadi aku belum menganggap harga client card nya valuable. Overview, peningkatannya memang hampir 2x lipat dibanding seri G biasa. Kalau Linksys WRT54GX (SRX) kecepatan transfernya mencapai rata-rata 32Mbps, di WRT300N ini mencapai 52Mbps atau nyaris mendekati kecepatan yang diklaim wireless G yaitu 54Mbps. Tentunya tetap masih dibawah kabel jaringan 100Mbps kan? Yah, terlepas dari segala bahasan membingungkan tadi.. Pada kenyataannya memang ada peningkatan lumayan dari segi kecepatan transfer terhadap perangkat client berbasis G biasa. Dan soal range, cukup signifikan. Kalau biasanya aku nongkrong di WC paling jauh dari rumah itu low signal atau malah kadang tidak ada signal, sekarang dengan menggunakan WRT300N ini semua tempat dirumah aku menjadi hotspot. Even di lantai atas ujung belakang rumah. Hum.. Cukup menjanjikan performanya. Sayang aku belum bisa bilang kalau range nya benar-benar 4x lebih luas karena belum tersedia card pre-n sejenis. Untuk yang belum punya wireless router, sebaiknya masih tetap menggunakan WRT54G karena secara valuable masih lebih menang. Lagipula antena WRT54G adalah pigtail sehingga dimungkinkan untuk mengganti antena nya dengan yang lebih baik. Sedangkan 300N ini justru tidak dimungkinkan adanya upgrade. More or less.. Alat ini tetap menjanjikan untuk para mobile warrior yang menginginkan perangkat wireless tangguh dan cepat di rumah mereka. For this.. I'll Give 3 stars.. :) + Jangkauan Lebih Luas + Lebih Cepat + Manajemen lebih baik - Antena tidak bisa diganti - Tidak stackable dengan Linksys lainnya - Sedikit mahal - Belum mendukung Gigabit wired network. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | HP |
Just a short review.. review lengkap bisa di lihat di sini. Printer portable ini adalah partner aku "on-the-go" ketika melakukan perjalanan dinas. Jadi statusnya jelas Barang Inventaris Kantor, bukan milik pribadi.. :p Printer dengan dua cartridge ini (HP 94 - Black dan HP 95 - tricolor) diklaim oleh pabrikannya sanggup mencetak hingga 450 halaman dalam satu kali charge batere. Dalam satu menitnya sanggup mencetak hingga 17 halaman hitam putih atau 16 halaman dokumen berwarna dalam kualitas draft. Faktanya, aku sendiri kurang begitu paham karena belum mencetak hingga 450 halaman.. :p Yang jelas waktu charge nya hingga full relatif singkat, sekitar 2 jam. Memiliki fitur wireless via bluetooth/wifi 802.11b, tapi sayangnya tidak built-in alias optional. Harus ditambahkan HP Bluetooth Printer card (C8249A/CB004A) atau HP 802.11b WiFi Printer card (C8232A). Jadi sayang sekali tidak bisa direview seperti apa enaknya menggunakan wireless printer portable. Kerennya lagi, printer ini bisa melakukan printing tanpa harus menginstall driver. Punya logo Vista Certified, printer ini pasangan yang klop dengan laptop aku. Dengan dimensi 34 x 16 x 8 cm dan berat 2,2 kg (belum termasuk charger), printer ini tidak berat untuk dibawa kemana-mana. Masih masuk dalam tas backpack aku. Sebenarnya ada HP Compact carrying case untuk 460 CB ini (C8242A), tapi sayangnya optional. Dibandrol dengan harga kisaran 2,5jt.. Printer ini cukup valuable untuk printer portable. Kecepatan dan hasil cetak tidak mengecewakan. Bahkan untuk draft sendiri pun masih dapat dibaca sangat jelas. Hanya saja sepertinya aku ragu kalau tinta yang ada sanggup mencetak hingga 450 halaman. Ukuran cartridge relatif kecil soalnya. Fitur lebihnya, printer ini memiliki fitur PictBridge untuk mencetak langsung dari portable device via USB. Ditambah dengan built-in card reader yang sanggup membaca CF, SD dan MMC. Sedikit bug, karena memiliki memory internal 32MB dan batere, mencabut kabel printer dari USB maupun mencabut listrik tidak akan menghentikan pencetakan yang berlangsung. Cara kasarnya adalah mencabut batere nya juga. (soalnya namanya jg windows, di cancel via software tetep aja mencetak setidaknya 3-4 halaman setelah di klik) Overall: + Portable, Small, Lightweight + Built in card reader + Driverless - Small Cartridge - Getaran printer cukup berasa ketika mencetak 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | Toshiba |
Seiring dengan semakin banyak kerjaan aku yang membutuhkan komputer mobile, tentunya notebook Toshiba Satellite A70 aku yang lama (lebih pantas disebut DTR/Desktop Replacement) sudah mesti diganti. Walau sebenarnya secara spesifikasi masih sangat memadai. Tapi dari sisi baterai dan portabilitas, nilainya sudah sangat jatuh. Alhasil, aku mencari partner baru. Kriteria yang aku mau dari partner baru tidak sulit, hanya dua. Pertama, small and lightweight (kecil dan ringan). Kedua, baterainya tahan lama. Just that.. Kecil tapi tidak terlalu kecil. Buat aku, ukuran 12" adalah minimal untuk kerja. Dibawah itu memang enak untuk dibawa presentasi, tapi tidak nyaman untuk kerja. Beberapa kali nyari yang pas, kebetulan temenku yang boss dan sekretarisnya ada yang pakai Notebook seri ini (U205). Dan aku sering ngetest. Ternyata lumayan. Berhubung seri yang dipakai temen aku itu adalah U205-S5034 masih menggunakan XP Media Center, aku sekalian nyari versi Windows Vista. Investasi ilmu buat sistem operasi yang akan banyak digunakan nantinya :) So, pilihan aku jatuh pada notebook ini. Dari segi harga berbanding performance, aku rasa sudah cukup. Ini adalah tech specnya Intel Core 2 Duo T5500 1.66GHz 160GB SATA 1024MB DDR2 DVDRW Double Layer 12.1 WideCSV LCD Display (1280x800) VGA Intel GMA 128 MB Wi-Fi / Lan / Modem / 3xUSB 2.0 / PCMCIA / VGA-Output / Card Reader / Fingerprint O/S : Genuine Windows Vista Home Premium Weight : 1,8Kg Langsung pro & kontra nya aja ya.. + ringan, kecil + layar terang + baterai aku coba bisa 4,5 jam dengan power saving + fingerprint - belum gigabit ethernet - minus bluetooth - minus webcam - vista nya masih banyak bug - memory agak kurang untuk power user Laptop ini aku beli dari warungnotebook.com seharga 13,3jt. Dikirim langsung ke kantor lho.. Cepat pelayanannya.. Recommended Seller deh.. Semoga yang aku keluarkan ini bisa memberi manfaat lebih dan tentunya jadi mesin uang untuk aku nantinya.. amiin.. :) *kalau ada updates nanti aku tulis lagi updates setelah 2 hari pakaisetelah full charge pertama, aku pakai laptop ini dan baterainya bertahan 2 jam 40 menit dengan mode standar (balanced). dalam mode ini wireless aktif dan aku pakai mouse USB. Instalasi program berjalan mulus, hanya saja berasa agak lambat. Curiga dengan RAM, akhirnya aku upgrade RAM nya jadi 2GB. Lumayan membantu untuk membuka aplikasi.. :) cuma entah kenapa kok kadang suka not responding yang ditunggu beberapa waktu baru deh running lagi. wondering sumthin wrong with vista.. nanti aku coba tweak dulu deh.. tapi so far ga ada masalah berarti kok.. tetep stabil.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Logitech |
Review tentang Logitech mm50 ini sudah banyak beredar di internet. Tapi ada salah satu teman aku yang meminta aku mereview speaker portable yang aku pakai untuk iPod video 80GB ku.. Tapi karena ini review ku, jadi aku boleh dong cerita.. :p Sejak punya iPod, aku jadi bolot. Soalnya hampir setiap waktu di kantor, aku pasang earphone. Kadang sih aku colok iPod nya ke speaker PC kantor. Tapi tetep aja kurang puas dengan suaranya. Singkat kata.. Aku butuh portable speaker.. Aku tadinya sempat tertarik dengan portable speaker punya Simbadda. Tipenya PMC280. Dijual 300rb. bisa denger musik langsung dari beberapa jenis kartu memory atau lewat USB. Karena USB, berarti selain flash disk, bisa juga kabel data ponsel. Hmm.. boleh juga nih speaker. Ternyata begitu ditanya, speaker ini membutuhkan 6 (yak betul, ENAM) baterai ukuran AAA. Daya tahan baterai menurut si empunya toko sih 12 jam. dunno exactly ya.. Kendala paling besar atas pemakaian speaker ini cuma di kuping aku.. Suaranya plain abis. Mirip sama speaker laptop tapi lebih bagus dikit. EQ yang dipasang di sana nyaris ga membantu. Layarnya jg ga informatif kalau dipasang untuk iPod. So.. Speaker itu aku coret dari wanted list. Pas di Stand JBL, ada speaker JBL untuk iPod yang sedang promo.. Harganya sih sebenarnya masih reasonable, cuma bentuk fisiknya agak besar untuk dibawa dalam tas laptop. Mirip dengan model boom box nya Altec Lansing. Begitu juga Edifier yang harganya valuable.. Di stand Logitech, tertarik dengan speaker Logitech mm50 ini. Demo nya juga ga mengecewakan. Hanya saja, harga di pameran tidak promo. Lucunya, masih lebih murah di toko langganan aku di dusit mangga dua. So, sori dori mori stroberi neh yee.. Biar kata dijual di Mega Bazaar Komputer tapi harganya beda 200-300rb sama di mangga dua mah.. Ga ada guna nya.. Besoknya, langsung beli speaker ini di mangga dua seharga 1,050rb. Apa lagi yang mesti aku tulis ya? Umm... kalo mau review lengkap nya mah baca aja di sini kali yee... Ampir semuanya sama kok, beda nya punya aku warna hitam. Biar sesuai dengan iPod Video 80GB ku yang warnanya itu. Carrying case nya bagus, ada remote. Bentuk fisik ga terlalu besar. Tapi soal suara, humm... Quite well untuk sebuah speaker portable. Dibawah Edifier sedikit soal bass (maklum ukurannya mm50 lebih tipis dan kecil). Tapi sangat valuable untuk sebuah speaker portable. Soal baterai, mm50 ini menggunakan baterai internal rechargeable. Hanya perlu charger seperti layaknya ponsel. Di boxnya, di klaim sanggup sampai 10 jam. Namun sepertinya ini sangat tergantung dengan level suara dan jenis musiknya. So far, biasanya speaker ini hanya bertahan 7-8 jam di volume agak kencang. mungkin kalau digeber pol, bisa kurang dari itu. Kualitas suara? Yah bisa dibilang sangat baik untuk harga itu. Bass nya pun terdengar jelas.. Ga cuma denger kecrekan doang.. Boleh diadu sama Philips Boom Box deh.. Tapi soal portabilitas, bagusan ini khan? :) Di bagian belakang, juga disediakan line-in sehingga kalau ada portable player lain ingin numpang speaker ini, tinggal colok kabel nya ke sini. Kelebihan lainnya, kalau kita ngecharge speaker ini. Maka iPod kita juga sekalian ke charge.. Simpel deh.. :) Kesimpulan singkat: + Ringkas, Tipis + Penampilan Menarik, Case nya bagus + Kualitas Suara Sangat Baik termasuk Bass nya + Remote Control + Aux input + Rechargeable Battery, tahan lama - Agak panas kalau charging sambil denger musik - Volume Control nya kurang sinkron dengan iPod 
  | iphone | Jan 31, '07 11:06 PM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | apple |
Humm.. ini bukan review kali ya, soalnya aku sendiri belum pernah megang barang ini.. (masih coming soon ya?) :D Well.. berhubung aku disuruh ngomentarin barang ini oleh beberapa orang (haiyah, siapa aku coba? huhu).. Aku coba ngasih komentar juga deh tentang ponsel pertama keluaran apple ini.. Sebenarnya aku ga asing denger kata iphone, karena namanya sama dengan forum yang aku kunjungi kalau butuh aplikasi dan semua jenis informasi tentang ponsel. namanya Forum iPhone. dulu iphone-forum.org, namun sekarang alamatnya jadi http://www.ipmart-forum.com First, tentunya sedikit tech spec. Jaringan : GSM 850 / GSM 900 / GSM 1800 / GSM 1900 Ukuran/Berat : 115 x 61 x 11.6 mm, 135gr Layar : Touchscreen, 16M color, 320x480 pixels, 3.5". Memiliki fitur multi-touch input, accelerator sensor untuk auto-rotate proximity sensor untuk auto turn-off Memori : 4GB/8GB shared memory Konektivitas : GPRS, EDGE, WLAN 802.11b/g, Bluetooth v2.0, USB 2.0 Fitur : Mac OS X v10.4.8, Safari Browser, 2MP Camera (1600x1200 pixels), video. Dengan aplikasi : Google Maps, Widgets support, iPod Audio/Video player, PIM, Photo browser/editor, voice memo, integrated handsfree. Okay.. menurut aku sih ponsel ini eye-catching. Layar warna 16M udah nyaris ga ada bedanya dengan monitor komputer CRT (32M dengan 16M beda nya nyaris ga kelihatan kok). secara fisik, baik ukuran maupun berat masih masuk akal dibanding PDA phone XDA IIs. berat 135gr tidak beda jauh dengan berat N73 yang 112gr layar sedikit lebih kecil (3.5"), namun resolusi lebih tinggi (320x480 / 153.600pixel). sayangnya, dengan 3.5" sekarang seharusnya apple bisa setidaknya hingga 230.400 pixel. dan tentang touch screen, aku juga blum tahu dimana letak stylus nya. kamera nya 2MP, tapi sepertinya masih blum autofocus dan tidak memiliki flash ponsel ini belum dukung 3G, jadi sangat disayangkan bahwa smartphone ini belum bisa dipakai untuk videocall atau fitur 3G lainnya soal baterai, mereka mengklaim ponsel ini sanggup dipakai 5 jam bicara atau 16 jam musik. Tapi menurut aku akan ada masalah dari baterai ini, pengalaman pakai ipod dalam beberapa jam juga bisa cepat habis dengan layar nyala. harga, katanya di kisaran $499(4GB) dan $599(8GB). Walaupun detikinet bilang kalau iPhone Diramalkan Potong Harga 50 %, tapi kita belum tahu nantinya. Overall, Inovasi untuk sebuah ponsel ini menurut aku mengecewakan. teknologi yang diusung hanya OS mac, sisanya nyaris ga ada perubahan. Di saat ponsel sedang pindah ke 3G.. apple malah blum mengimplentasikannya. Hanya tampilan yang ekslusif dan mindset ipod yang membuat ponsel ini terlihat lebih di mata user. Mungkin beberapa menganggap ponsel ini sangat bagus, tapi aku justru sebaliknya. tidak tersedianya slot card expansi, absennya infrared, dan kamera resolusi standar tanpa flash atau autofocus.. membuat ponsel ini hanya sedikit lebih baik daripada iPod. Aku jelas masih lebih memilih nenteng iPod 80Gb dan bawa ponsel lain daripada harus membeli ini (kecuali aku punya duit banyak demi gengsi kali ya.. hehe) :D PS : akan diupdate terus.. :) 
    | N73 | Oct 28, '06 3:04 PM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
H ampir semua temen aku tahu bahwa Ponsel Nokia N70 ku baru hilang tanggal 13 Oktober 2006 yang lalu. Pada saat akan ikut sahur on the road sehabis pulang rapat halbil MP. Alhamdulillah aku masih dapat rezeki untuk mengganti ponsel N70 tsb dengan N73 ini tepat seminggu kemudian, tanggal 20 Oktober 2006. Aku hunting barang ini di Roxy. Pengen garansi nokia, tapi berhubung beda harganya lumayan.. Dan aku tetap perlu spare uang extra untuk memory tambahan, jadi aku ambil garansi distributor atau bahasa kasarnya BM. Aku beli ponsel ini seharga 4.350.000. Menghindari pengalaman buruk dengan N70 yang casing belakangnya tergores, aku pasang crystal case untuk N73 ini. Daripada beli Screen Protector seharga 50rb, mending spend 25rb untuk clear case N73 ini. Karena nyaris full body, tinggal bagian keypad, tombol samping dan slide camera belakang yang terbuka. Sekarang bagian REVIEW N73*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. N73 end user review: menggunakan firmware
V 2.0628.0.0.1 10-07-2006 RM-133 Nokia N73 (12) Sedikit Tech Specnya N73Memory internal nya 42MB, didukung slot miniSD (128MB included) Kamera 3.2 Megapixel lensa carl zeiss tessar (2048x1536) autofocus dengan flash, video, dan kamera VGA di bagian depan untuk video call/foto. 3D Sound Stereo Speaker, 64 polyphonic GPRS class 10, WAP 2.0, 3G, Bluetooth, Infrared, USB 2.0 Symbian OS 9.1 series 60, Java MIDP, Push to Talk (PTT), FM Radio, MP3/AAC/MPEG4 player. Kelebihan N73: Ukuran masih masuk akal (110 x 49 x 19 mm; 116 gr) Memory internal cukup besar, didukung miniSD slot hot swap Kamera carl zeiss tessar 2.8/5.6 AF 3.2 Megapixel. Hasilnya lebih oke dari N80 berkat autofocus. (nama lensa cuma numpang keren doang) GPRS nya cepat. Sudah aku test dengan 2 operator (XL dan Telkomsel HALO) untuk browsing, MMS dan messaging dengan Yahoo! Go Bluetooth nya ga ada masalah untuk sync dengan BT dongle di PC, transfer file antar device bluetooth. Ada infrarednya. Jadi ga ada masalah untuk bertukar data dengan ponsel lama yang masih menggunakan infrared. Respon nya cukup cepat walau sudah dibebani data 750MB di miniSD 1GB merek MVM yang aku pasang. Radio FM nya clear, walau sama seperti yang lain. Tetap harus colok headset sebagai antena meski kita ingin aktifkan loudspeaker. 3D Sound nya lumayan, dan suara stereonya nyaring. Tidak distorsi atau pecah seperti N70 atau 7610. Bass nya masih kurang walau sudah diaktifkan mode bass booster. Layarnya 240x320 dengan 256k warna, cukup besar dan cerah. Dan lebih irit baterai, bisa sampai 3 hari pemakaian normal. Tapi berhubung sering explorasi dan denger musik, paling 2 hari sudah mesti charge. Kekurangan N73: Buat yang doyan nyimpen SMS dari ponsel nokia jadul di card, kali ini boleh sedih karena walaupun dipaksa untuk copy sms (yang biasanya ada di \system\mail) ke (\Private\1000484b\Mail2) dan berhasil, jangan harap bisa direstart karena akan hang jika dinyalakan dengan miniSD terpasang. kalaupun dilepas pasang ketika dinyalakan, maka akan tidak terbaca lagi sms nya ketika dipindah ke memory card Jenis charger nya menggunakan seri N, kecil. Jadi tidak kompatibel dengan Nokia kebanyakan yang sejuta umat. Program symbian nya v9.1, tidak bisa dicopy begitu saja lewat kartu memory yang sudah ada. Harus diinstall. Dan banyak software yang blum kompatibel dengan Symbian v9.1 ini. Respon foto agak lambat, kamera depan tanpa night mode, dan kadang hasilnya berwarna aneh Masih ada bug (mungkin firmware nya), kalau lagi view gambar dan kita ingin zoom, suka muncul memory full, karena dianggap lagi buka program lain. Padahal ga buka apa-apa. Pas capture video, hasilnya seperti ada noise. Belum sempet terdeteksi karena apa. Nanti aku coba cek lagi deh. Segitu dulu yang bisa aku review sampai saat ini. Kalau ada tambahan nanti aku edit.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Digital Cameras | | Manufacturer: | Logitech |
Info lengkap tentang webcam ini ada di website resminya. Aku hanya ambil beberapa tech spec dan lebih ke end-user review. Tech Specs: - True 1.3 Megapixel Sensor (gambarnya oke banget untuk sebuah webcam) - Motorized Pan & Tilt (bisa rotate 189º horizontal view, 102º vertical view) - RightLight Technology (tanpa lampu tambahan tapi tetep bagus gambarnya) - Built in Microphone with RightSound Technology (ada micnya, tapi semua dalam satu kabel USB. Suaranya jelas tanpa echo dan feedback walau pakai speaker 5.1) - Video Effects (bisa nampilin webcam dengan efek lucu seperti kumis, kacamata, bahkan video 3D. Dimungkinkan dengan ada nya teknologi Intelligent Face Traking. End user reviewAku beli webcam ini bukan untuk kesenangan semata, melainkan untuk modifikasi penerapan teknologi webcam yang biasa nya hanya sebagai video conference menjadi surveillence camera berbasis web. Kalau berhasil modifikasi software dan menambahkan mikrokontroler di bagian outputnya, aku ingin mengajukan ide ini untuk thesis s2 aku. Kalau ga berhasil, setidaknya ga sia-sia.. Ada webcam yang kualitasnya oke.. hehehe.. :D Logitech QuickCam Sphere MP ini aku beli seharga Rp.1.050.000,- tanggal 18 Oktober kemarin. Sempat aku mengetes webcam ini dengan beberapa teman aku di YM dan MSN. Hasilnya oke juga... Bahkan sepupu aku sempet bikin video amatir dengan webcam ini. Gambar dan suara yang dihasilkan bening dan jernih. hasil iseng video effect:
 Webcam ini dapat dipasang dalam posisi biasa dan dapat dipasang 9" stand supaya bisa berdiri lebih jauh. Dalam ruangan tanpa cahaya (hanya cahaya dari monitor) pun, gambar yang dihasilkan seperti apa adanya. Tidak gelap. Kelemahan webcam ini mungkin di motor nya yang masih terbatas. Pergerakan nya masih blum mulus dan face tracking nya masih belum sempurna. Dalam packetnya, disediakan pula bonus Logitech Stereo Headset. Bentuknya mirip dengan Logitech™ Internet Chat Headset. Overall, cam ini oke banget deh untuk para narsiser yang pengen video conference atau motret diri sendiri di komputer. Bisa bikin video clip pribadi juga.. :) Harga nya agak over sih emang untuk sebuah webcam, tapi masih layak dapet bintang 5 kok.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Epson |
Hee.. aku beli printer ini berdasarkan rekomendasi salah seorang tukang cetak rumahan ;p Awalnya aku emang pengen beli printer yang dibuat sistem infus. Daripada beli cartridge baru mulu atau refill? apalagi dulu MP800 blum ada resetter nya, jadi blum ada toko yang nerima refill nya.. Sempet terpikir untuk beli Canon seri iP4200 untuk dibuat infus, atau canon lainnya, tapi masa canon lagi? well.. give it a try from master cetak d.. :D Beli printer ini di toko langganan seharga 1,18.. Then aku bawa ke toko sebelah (Akeno) untuk dimofidikasi menggunakan tinta infus. Untuk commercial kena 200rb, tapi aku ambil yang excellent.. beda 60rb lebih mahal.. Masi masuk budget lah.. Sempet bermasalah dengan tinta akeno, cartridge hitam nya ga kedetect.. tapi akhirnya beres juga masalahnya. Printer ini menggunakan 6 ink tank.. Black, Cyan, Magenta, Yellow, Light Cyan dan Light Magenta. ketajamannya 5760dpi, cukup baik untuk cetak foto. Tinta akeno ini sendiri ternyata bagus. Tahan air, dan sudah aku buktikan di kertas glossy murahan. Kertasnya rusak karena melengkung, tapi tinta nya tetap nempel baik.. So far sih ga ada masalah dengan printer ini, kalo ada masalah ya tinggal konsultasi sama yang rekomendasi printer ini.. heuehehehe.. 
| |