Eriq's posts with tag: mystuff
    | N81 | Jun 11, '08 2:09 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
Ponsel ini berpindah tangan ke aku karena yang punya merasa ga butuh dengan hp secanggih ini. Huhuhu.. Maaf ya bu.. Well.. Here's the Review REVIEW Nokia N81*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. Nokia N81 end user review: menggunakan firmware
V 11.0.045 29-11-07 RM-223 Nokia N81 (15.01) Sedikit Tech Specnya Nokia N81- TFT 16M (240x320 pixels), 2.4 inches
- 12MB user memory, 94MB SDRAM, ARM 11 369MHz CPU
- microSD (Transflash) card slot, 2GB card included
- GPRS Class 10, 3G UMTS, Wi-Fi 802.11b/g with UPnP
- Bluetooth v2.0 with A2DP, microUSB port
- Dual stereo speaker
- SymbianOS v9.2, S60 rel. 3.1, Java MIDP
- 2MP camera (1600x1200); flash. video(QVGA). Secondary CIF videocall camera
- FM stereo radio, Push to Talk (PTT), MP3/AAC/MPEG4 Player, voice memo, T9, calculator, 3.5mm audio output jack
Kelebihan N81:- Layar 16M (16 juta warna) dengan ukuran layar 2.4 inchi. Dengan adanya pilihan font size, cukup besar untuk dibaca orang dengan gangguan penglihatan jarak dekat
- Speaker Stereo, suara nya lumayan nyaring dan tidak cempreng
- Memory internal lumayan, plus dukungan microSD slot dengan card microSD bawaan Nokia 2GB. Versi 8GB nya tidak memiliki microSD slot - hanya internal.
- Aksesnya lumayan cepat. Walau seperti model Nokia seri N kebanyakan yang agak lelet di modus galeri images&video nya, kali ini sedikit terbantu dengan processor ARM11 nya.
- Adanya Wi-Fi. Ini cukup bermanfaat untuk browsing web atau akses internet hotspot. Aku pakai ini dirumah untuk browsing internet saat di kamar mandi sambil video streaming youtube. Lumayan baik walau browser defaultnya tidak bisa tabbed browsing.
- Fasilitas text to speech.. emang ga ada bahasa indonesia (by default), tapi walaupun sudah didownload untuk bahasa indonesia.. tetep aja ga begitu berguna, kita kan klo sms suka pendek² banget... susah buat dicerna kecuali dilihat.. mabok aja deh tuh yang bacain sms.. :p
- Say callers name.. jadi diantara ringtone muncul suara orang yang manggil nama penelepon.. ga gitu guna juga sama kayak text to speech..
- 3.5mm earphone jack. Cukup baik untuk para audiophile yang ga puas dengan earphone bawaan dan ingin menggunakan headphone langsung ke ponsel.
- Kualitas audio lewat 3.5mm jack nya mantap.
- Built in Nokia Maps.
- N-GAGE based games. Idenya bagus juga bikin game dalam mode landscape. Lumayan seru.
Kekurangan N81:- Absennya Infrared
- Belum mendukung HSDPA
- Ukuran agak besar dan agak berat. Tapi mengingat fiturnya lumayan, yah masih bisa diterima
- Kamera belum autofocus. Namun hasil kameranya cukup baik, dengan mode auto atau night mode
- Menggunakan kabel data microUSB. Penggantian standar kabel ini agak sedikit menyulitkan untuk pengguna yang kebanyakan masih menggunakan kabel miniUSB.
- By default, blum ada office applications. hal ini sedikit merepotkan karena harus mendownload dulu program quickoffice.
- Aplikasi nya banyak yang tidak bisa diinstall karena masalah certificate. Masih harus diselidiki lagi.
Penggunaannya tidak banyak menemui masalah kecuali tombol depan music player (dalam keadaan keypad di dalam) kurang nyaman untuk diakses. Begitupun tombol hijau dan merah yang biasa digunakan untuk calling dan hangup. Ponsel ini berhasil sync data bluetooth dengan PC Suite yang ada di laptop. Semua data tersalin lengkap. Overall semuanya baik, hanya saja sayang N81 ini camera nya tidak autofocus seperti n73. kalau iya, almost perfect untuk daily usage. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | Genius |
Bosen jadi asrot --asisten sorot, red--, aku memutuskan ngeluarin uang pribadi untuk beli semacam wireless presentator. Niatnya mau beli Logitech Presenter.. Atau ngimpi sedikit beli Microsoft Wireless Notebook Presenter Mouse 8000.

Heleh.. Produknya mikocok ini keren abis yak.. Notebook Mouse, PowerPoint Presenter, Laser Pointer plus Media Remote jadi satu..
Sempat lihat di toko langganan, tapi harganya gak nahan jek.. 2x lipat anggaran pribadi ku.. menyentuh satu koma sekian --sangat tidak wise untuk dibeli-- sehingga aku urung membelinya.
Then seperti niatan awal, aku nyari Logitech Presenter.
 Tapi sayangnya, barangnya out of stock. Dan setelah dipikir-pikir, karena ini barang personal use.. Kayanya aku mau nyari yang lumayan murah aja.. Jadilah milih Rivalnya Logitech, Genius Media Pointer.
Well.. Media Pointer ini emang memiliki keterbatasan fungsi dibanding sebuah mouse, karena dia hanya digunakan pengganti tombol penting kala presentasi semisal pageup/pagedn, F5, Esc dan fitur laser pointer.
Kualitas laser pointernya standar lah, mirip dengan yang biasa kita temui di pinggir-pinggir mal.. Tapi sedikit lebih baik sinarnya. Sementara untuk dipegang.. Lumayan nyaman walau finishingnya tidak sebagus Logitech.. Harga emang ga pernah bohong berlaku di sini kali ya..? :p
Dalam boxnya, hanya ada buku manual, 2 buah baterai AAA, sebuah USB receiver dan Media Pointer itu sendiri. Diklaim berjalan di Multiplatform (9x/Me/2k/XP/Vista/Mac), walau fungsi Media nya tidak jalan pada OS dibawah XP atau Mac..
Tombol dan fitur yang ada di Media Pointer ini adalah : Laser ON/OFF, Pageup/down, ESC, F5, Time down/up dan Time Management. Tombol Pageup/down dalam mode Media menjadi Previous/Next Track, Tombol ESC dan F5 menjadi Volume down/up sementara tombol Time down/up dan TIme Management menjadi FB/FF dan Play/Pause.
Agak sulit membuka cap bagian dalam untuk mengeluarkan receiver, dan tombol connect nya juga agak sulit ditekan tanpa tusuk gigi atau benda panjang-kecil-lancip lainnya.. Tapi so far so good lah.. 
    | w2207h | Jan 27, '08 5:38 AM for everyone |
| Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | HP |
Karena sering menonton film HD dalam format widescreen, monitor lama ku sepertinya mulai kurang asik karena belum widescreen.
Apalagi setelah maraknya monitor LCD belakangan ini. Kalau pertengahan oktober 2005 aku beli monitor LCD 19" dengan harga 5,3.. Saat ini kita bisa beli monitor dengan spesifikasi yang sama dengan harga di kisaran 2jt an.
Rasanya aku jadi ingin mengganti salah satu monitor ku dengan yang widescreen dan lebih besar.
Selain widescreen dan lebih besar, aku sebenarnya menginginkan monitor yang memiliki fitur pivot dan HDMI.
Monitor LCD yang paling aku incar adalah Benq FP241w. Monitor 24" itu sudah memiliki banyak hal yang aku inginkan. mulai dari Full HD (1900x1200), HDMI, Component hingga Pivot..
Namun karena satu dan lain hal, sepertinya aku beralih ke monitor yang ekonomis. Asal >19", widescreen dan punya fitur pivot.
Setelah browsing di salah satu forum yang aku ikutin, ternyata ada monitor HP w2207h ini. Dia memenangkan hatiku setelah sebelumnya sempet ngincer juga Viewsonic NX2240W yang memiliki fitur lebih tapi agak mahal sedikit (maklum LCD TV) dan Samsung SyncMaster 223BW yang harganya ekonomis.
HP ini aku pilih bukan semata karena harga tentunya, tapi karena worthed dari segi performance maupun value. Ini spesifikasinya :
- TFT LCD active matrix, 22" diagonal and viewable, BriteView technology
- Resolusi 1680x1050 @ 60Hz
- Input terminal VGA (analog) dan HDMI (digital)
- Contrast Ratio upto 2000:1
- Dynamic Contrast Ratio upto 3000:1
- Response time 5ms
- Dot pitch 0.252mm
- Konsumsi daya: <65w (operating), <2w (sleep)
- Dimensi (H x W x D) : 48,1 x 52,3 x 28,9cm
- Berat : 9 Kg (unpacked)
- USB hub 2 port
- Built-in speaker
Ini adalah kelebihan dan kekurangannya... Kelebihan- Design menarik, glossy look
- Bisa diputar 90º vertikal (pivot), tilt dan swivel
- Layar cerah, response time cukup baik
- HDMI
- 2 USB hub, speaker. USB hub nya lumayan lah untuk colok² flashdisk dan sebangsanya
- Quickview Preset untuk Movie, Photo, Gaming, Text dan Custom
- Harga termasuk valuable
Kekurangan- Tidak memiliki interface DVI (digital)
- Ada sedikit masalah dengan software HP MyDisplay. Performa komputer jadi sedikit kacau kalau program itu running. Alhasil aku cuma pakai HP MyDisplay apabila aku ingin mode pivot. Kalau tidak, mending di close. Update ke versi terbaru tidak membantu, malah tidak bisa pivot.
- Speakernya setara laptop kelas bawah. Ga rekomended untuk dipakai
- Interface tombol OSD nya agak merepotkan, sementara kalau software juga kurang responsif.
    | 5700 | Dec 8, '07 4:37 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
A kibat kemalingan waktu itu, aku pun menjadi ribet ketika dinas ke surabaya.. Karena semua nomor kontak aku ada di ponsel yang hilang itu.. Untungnya aku selalu mensync data contacts ke komputer, jadi kalau kehilangan pun.. masih ada backup walau mungkin backupnya tidak paling update.. setidaknya 80% nomor kontak saved. Karena pentingnya sebuah ponsel saat ini, aku pun memikirkan untuk membeli sebuah ponsel baru.. Kriteria yang aku buat tentu standar.. - User-friendly, simpel dan mudah digunakan
- Memiliki unlimited contacts dan bisa di sync ke komputer (microsoft outlook)
- SMS memory unlimited
- Memory besar dan menggunakan card slot
- 3G aktif untuk videocall
- Bluetooth untuk transfer files
- Responsif
- Harga masih termasuk valuable
So.. yang tadinya aku memilih 6120c, karena pertimbangan trauma.. akupun memilih produk yang kurang lebih sama lengkapnya dengan sebelumnya.. REVIEW Nokia 5700*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. Nokia 5700 end user review: menggunakan firmware
V 03.83.1 22-06-07 RM-230 Nokia 5700 (14.01) Sedikit Tech Specnya Nokia 5700- TFT 16M (240x320 pixels), 2.2 inches
- 35MB user memory, 64MB SDRAM, 128MB ROM, ARM 11, 369MHz CPU
- microSD (Transflash) card slot, 512MB card included
- Infrared, Bluetooth v2.0 with A2DP, miniUSB port
- Dual stereo speaker
- SymbianOS v9.2, S60 rel. 3.1, Java MIDP
- 2MP camera (1600x1200); flash. video(QVGA)
- FM stereo radio, Push to Talk (PTT), MP3/AAC/MPEG4 Player, voice memo, T9, calculator
Kelebihan N5700:- Layar 16M (16 juta warna) dengan ukuran layar 2.2 inci.. warna cerah dan layar cukup besar
- Speaker Stereo, suara nya lumayan nyaring dan tidak cempreng
- Kamera nya twist, jadi bisa motret pemandangan maupun diri sendiri dengan lebih nyaman
- Memory internal lumayan, plus dukungan microSD slot dengan card microSD bawaan Nokia 512MB. Lumayan cukup walau sedikit kurang untuk menyimpan video² mp4.
- Cepat dan responsif. Berpindah menu dan menjalankan aplikasi tidak lelet seperti dulu.. Mungkin berkat dukungan 369MHz CPU ARM11 yang cukup membantu mempercepat akses
- Menggunakan miniUSB. Mudah untuk mencari kabel datanya. Tinggal cari kabel kamera digital, card reader dan sebangsanya.
- Masih ada infrared. Sedikit berguna untuk menjembatani ponsel lawas dengan yang baru
- Bisa text to speech.. emang ga ada bahasa indonesia (by default), tapi walaupun sudah didownload untuk bahasa indonesia.. tetep aja ga begitu berguna, kita kan klo sms suka pendek² banget... susah buat dicerna kecuali dilihat.. mabok aja deh tuh yang bacain sms.. :p
- Bisa say callers name.. jadi diantara ringtone muncul suara orang yang manggil nama penelepon.. ga gitu guna juga sama kayak text to speech..
- Pegangan karet sehingga enak digenggam dan tidak licin
- Memiliki light sensor, seperti ponsel lama ku (n73) sehingga keypadnya tidak harus nyala terus kalau cahaya nya cukup.. Efeknya tentu berimbas pada daya tahan baterai nya.
Kekurangan N5700:- Belum mendukung 3.5G
- Ukuran agak besar dan agak berat. Tapi mengingat fiturnya lumayan, yah masih bisa diterima
- Kamera belum autofocus. Namun hasil kameranya cukup baik, dengan mode auto atau night mode
- Kamera model twist dengan posisi samping pun tetap ada kekurangannya. Ketika melakukan videocall, mata kita mungkin tidak seperti menatap lawan bicara melainkan ke layar.. sehingga sedikit menyusahkan, apalagi kalau ingin foto narsis berdua tapi salah lihat (bukannya ke lensa malah ke layar)
- absennya tombol pinsil... tombol yang biasanya hadir ini sekarang digantikan oleh tombol #. kurang begitu bermanfaat bagi yang terbiasa menggunakan SymbianOS 60 dari jaman dulu.. Tapi sedikit membantu untuk marking beberapa item
- tutup samping yang menyebalkan. Nokia 5700 ini sepintas hanya memiliki satu lubang di bagian bawah yang gunanya untuk earphone. tapi ternyata di samping kanan ada semacam laci karet yang isinya lubang charger, slot microSD dan port miniUSB. Nah masalahnya untuk yang sering ngecharge kan berarti harus lebih sering buka laci aneh ini.. Untuk yang belum terbiasa mungkin justru bisa kurang rapat menutupnya.
- By default, blum ada office applications. hal ini sedikit merepotkan karena harus mendownload dulu program quickoffice.
Segitu dulu yang bisa aku review sampai saat ini. Kalau ada tambahan nanti aku edit.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Samsung |
S amsung.. Mendengar nama ini aku selalu kepikiran dengan merek mesin cuci.. Bukan maksud menjelekkan nama Samsung lho ya.. Tapi mungkin karena dirumah aku menggunakan mesin cuci dengan merek ini.. :p Honestly aku percaya merek Samsung. Cuma mungkin lebih percaya kalau saja produk itu adalah Display (LCD Monitor/TV) daripada perangkat lainnya.. Apalagi kasus Optical Drive Samsung sangat tidak reliable dibanding lainnya. (punya banyak pengalaman buruk dengan optical drive samsung). Eniwei.. Aku tertarik dengan Model Samsung 2on ini, karena kebetulan ada yang jual dengan harga miring.. :p Lagipula worthed to try.. Apalagi ponsel dengan seri SCH-W579 ini susah bener nyari reviewnya di internet. Entah karena market nya hanya untuk Indonesia, atau karena reviewnya ditulis dalam bahasa korea sehingga tidak bisa dibaca.. huhu.. Dan beberapa hasil search tentang review ponsel ini pun, justru dibuat reviewnya oleh orang yang gak punya ponselnya.. alias minjem.. Sebenarnya ga ada yang salah dengan minjem dan nulis review, tapi sayangnya yang aku lihat.. kebanyakan yang nulis review itu kurang aware dengan produk yang dia pegang.. so, justru ada beberapa kesalahan. Misalnya review yang dibuat oleh amir karimuddin, menyebutkan bahwa ponsel w579 itu tidak memiliki radio. Padahal sebenarnya ada. So, siapa tahu dengan aku nulis review ini, sedikit membantu buat yang nyari2 di search engine tentang review ponsel samsung ini.. REVIEW Samsung SCH-W579 2onSedikit Tech Specnya Samsung SCH-W579 (2on)- Network: CDMA 800/1900MHz, GSM 900/1800/1900MHz
- Ukuran Fisik 94.5 x 54 x 21.4mm, berat 133,6gr
- Ukuran display utama 2.6" dengan resolusi 240x320 dan warna 262k TFT. Eksternal 1.08" 96x80 dengan 65k TFT
- 2 Megapixel camera with Flash
- MPEG4 video recording in QCIF, 15fps
- MP3 (multi-tasking) / dual speaker
- Bluetooth 1.1 (HFP dan HSP) / USB 1.2
- Offline Mode/ 72 polyphonic ringtone
- 20MB internal memory with microSD slot
- Namecard scanner
- Radio
Berhubung waktu terbatas (nyambi kerja nih, maap ya pak dan ibu boss)... :p langsung ke point nya... Kelebihan SCH-W579:- Layar display besar dengan warna cukup cerah (2.6", sayang resolusinya QVGA sehingga kurang maksimal)
- Fitur touchscreen.. ada Sketch Note. Lumayan buat ngegambar (sayang ga dikasih stylus dari paketnya)
- Sinyal GSM dan CDMA bagus.. Compare ponsel lain, sinyalnya boleh diadu..
- Internal memory cukup besar.. Bisa diupgrade dengan microSD
- Kamera 2MP with Flash. Cukup bagus walau sayang focal lengthnya kurang wide.. Kurang enak buat foto narsis rame2 (maksudnya yang ngambil foto yang neken tombolnya).
- Namecard scanner. Bisa untuk motret namecard dan dimasukkan ke dalam contacts. Cuma hasilnya kurang memuaskan
- Ada Call Reject List. Lumayan untuk masukin hingga 10 nomor panggilan yang menyebalkan.
- Speed dial hingga 99 nomor. Weits.. canggih ga tuh.. (asal bisa hapal aja si anu nomor berapa ya..?) biasanya sih susah ngapalin 99 nomor.. kecuali anda seorang dosen yang memiliki mahasiswa sebanyak 60 per kelas. mungkin cukup berguna untuk memasukkan speed dial sesuai nomor absen mahasiswa.. :p
- Fitur Photo Studio. Bisa ngedit2 gambar sepuasnya. Tapi tanpa stylus.. Hmm...
Kekurangan SCH-W579:- Pertama.. HARGA MAHAL.. Buat yang mikir harga berbanding performance, ini sangat tidak valuable.. Mau tahu kenapa review ini kurang bagus menurut aku? silahkan baca point berikut
- Basically, Ga bisa GPRS. Udah obrak abrik cari settingan GPRS ga ada. Hare gene ga bisa GPRS? whew..
- GPRS ga bisa, tentunya MMS juga. Aneh banget. Buat apa ada kamera kalau ga bisa ngirim MMS?
- GPRS dan MMS aja ga bisa, apalagi 3G ya..? Padahal dari harga dan spesifikasi kamera nya, harusnya dah bisa dong dipake untuk videocall.
- Bluetooth nya cuma bisa dipake buat conge-congean alias BT Headset dengan dukungan A2DP. Tidak bisa untuk transfer file antar ponsel atau device bluetooth lain.
- Ga ada speakerphone. Walau kualitas suara earphone lumayan, tapi seringkali aku butuh fitur speakerphone untuk ngobrol rame2.. Jelas ponsel ini tidak recommended.
- Kameranya model putar, dan tidak auto-pivot. Kalau diputar, maka gambarnya juga jadi terbalik upside-down.
- Lebih konyol dari kameranya, ponsel ini kalau mengambil gambar dari sisi luar, walau sudah dibenerin upside down nya.. ternyata hasilnya mirror.. lagi iseng motret baju yang ada tulisan "ITA", hasilnya di foto jadi "ATI".. haiyah..
- PCLink 3.0 yang disertakan dari CD bawaannya tidak bisa berfungsi. Oh salah, mungkin berfungsi.. Kalau saja kamu tahu port COM berapa yang dipakai oleh kabel USB nya samsung. Aku cukup males untuk ngecek port COM nya. Karena dari 1-6 sudah gagal terus. Gila apa mesti ngecek COM berapa yang dipake kabel USB nya bawaan samsung.. males banget lah.
- Tidak bisa sync dengan Outlook. Kalaupun PCLink 3.0 nya jalan, tetep aja ga bisa sync dengan Outlook. Karena PCLink cuma ada import/export contacts yang artinya cuma bisa mengimport hasil .vcf dari outlook dan export ke outlook. Untuk pertama sih oke lah, tapi seandainya ada perubahan atau penambahan kontak di outlook maupun ponsel gimana? ga bisa disync dong? mesti direplace semua? ajegile...
- Gede banget. Gosh, it's so bulky. Mending deh kalo fiturnya lengkap.. Lha coba baca lagi deh kekurangan ni ponsel..
- Respon touchscreen agak lelet. lebih cepet teken tombol. Lah terus gunanya touch screen?
- Ringtone cuma bisa dari memory internal. Jadi kalau mau ringtone, copy dulu dari memory card ke internal
- Ga bisa muter MP4 movie. Entah kenapa.
- Alarm 3 Set. Mungkin ini kelebihan ya? Tapi kok nanggung amat cuma 3..
- Stylus nya ga dikasih. Ada sih dijual. Tapi kalau ga bisa diselipin di ponselnya.. Mo ditaro mana? Bisa ilang lagi ntar..
- Memory card ga dikasih. Heh.. Udah ada slot nya tapi card nya suruh beli sendiri.. ckckck..
Ponsel samsung ini banyakan kurangnya daripada kelebihannya? Oh.. Iya.. Itu menurut aku sih, jadi dilarang protes.. :p Mungkin ponsel ini lebih ditujukan ke orang yang cuma seneng telepon dan sms. Kelebihan ponsel ini cuma di bagian 2-on nya.. Sisanya, simply nothing! Buat apa ada kamera tapi ga bisa kirim MMS? Buat apa ada bluetooth tapi ga bisa transfer files? Buat apa memory gede kalo toh ga bisa di share? Buat apa layar besar touchscreen kalau ga bisa muter video MP4 yang umum? Apalagi mengingat harga barunya, mending beli 1 ponsel GSM dan 1 ponsel CDMA. Dijamin dapet 2 ponsel yang kaya fitur deh.. bisa lebih kecil dan lebih tipis 2 ponsel dibanding nenteng yang satu ini.. Dah bisa videocall lagi..! Kalau saja harganya 1,5-2jt, mungkin masih jadi pertimbangan deh.. Tapi mengingat harga barunya masih 2x lipat dari harga yang aku tawarkan.. Jelas ponsel ini sangat tidak recommended untuk dibeli.. Ponsel ini adalah ponsel pertama aku yang paling cepat berpindah tangan. Baru sehari beli udah jual lagi.. huhuhu.. Seperti komiknya dokter tito.. ponsel ini emang jelek.. :D 
|  | Sejak kejadian PC ku mandi coolant, aku jadi kapok pake watercooling. Apalagi sejak kerja, gak sempet lagi deh nguras air radiator dan mengganti coolant tiap 3 bulan sekali. Itulah alasan aku kembali menggunakan sistem kipas. Supaya bebas kegiatan yang sebenarnya menyenangkan itu.
Alhasil, sejak pertengahan juli 2006.. Aku pakai sistem kipas. Hingga sampai aku mengupgrade komputer pertengahan september tahun lalu pun, aku masih setia menggunakan G-Power Pro Cooler.
Nah, ketika aku mengupgrade komputer 10 September 2006 lalu, itu lah kali terakhir aku membongkar casing komputer ku dan membersihkan seluruh isinya.
Setelah itu, seperti biasa.. Komputer ku running 24 jam sehari, 7 hari seminggu.. Gak pernah aku matikan dan selalu dalam kondisi ON, paling sesekali aku restart karena ada updates² software yang memintanya.
Aku membiarkan komputer ku selalu nyala bukan ingin melakukan pemborosan energi listrik, tapi karena memang ketika komputer ku nyala.. Dia selalu mendownload. Walau dengan kecepatan hanya 128kbps (ketika masih menggunakan Indosatm2 cable), aku bisa mendownload hingga 1GB per hari. Kalau sebulan, lumayan kan? dapet 30GB an. Mostly aku mendownload MP3 dan video.
Setelah menggunakan FastNet, download aku meningkat drastis. Sehari aku bisa mendownload rata² 8 hingga 10 GB. maksimal pernah sekitar 14GB sehari. Sampai aku punya 3 Account Rapidshare demi mendownload Film² High Definition 1080i, 720i dan beberapa Blu-Ray movie. Ketika hard disk yang 'cuma' 820GB itupun menipis, akhirnya bisa bernafas sedikit setelah dapat tambahan 500GB lagi. Dengan download rata² 200GB sebulan.. Mungkin beberapa bulan ke depan aku akan beli tambahan hard disk untuk mendownload.. Itu kalau FastNet masih kencang.. :)
Well.. Back to topic.. Ketika aku melihat komputer ku mulai banyak debu, aku mulai kasihan. Kok kayaknya aku jadi gak pernah ngerawat mesin kesayangan aku ini ya.. Padahal dulu sebelum aku gabung di Multiply dan kena racun beli kamera digital SLR maupun sepeda.. Expense aku selalu berhubungan dengan komputer. Hh.. Setahun tanpa upgrade mesin.. Ketika sekarang para computer freak menggunakan Dual-Core, aku masih setia dengan single core nya AMD64 (Orleans) ini. Ketika computer freak mengupgrade memorynya hingga 4GB dual channel, aku masih saja menggunakan 2GB DD2 667. Ya ya ya.. Aku tahu.. jangan ngeliat keatas terus.. Bersyukurlah atas apa yang ada.. Karena, bagaimanapun.. nafsu itu menguras kantong :)
Melihat kebawah, alhamdulillah komputer ku masih memadai untuk bisa dipakai kerja dan sedikit bermain game.. Masih bisa nyala 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa masalah apapun walau tanpa pendingin ruangan (AC). Suhu processor stabil dibawah 40 derajat, kecuali ketika bermain game..
Yah... inilah hasil foto bersih komputer setelah setahun.. Ga banyak yang diambil setelah serius membersihkan debu.. Karena keasyikan bongkar pasang dan bersih², malah lupa motret lagi.. sayang kameranya takut kotor.. hehe.. :D |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
S etelah setahun lebih bersama N73 sebagai ponsel utama, kali ini aku "turun derajat".. Actually N73 itu masih oke banget sebagai ponsel utama.. Even banyak banget pengalaman kurang enak dengan ponsel yang responnya lelet ini.. Saking banyaknya keluhan pengguna N73, sampai ada beberapa orang yang beranggapan bahwa N73 ini adalah produk gagal nokia.. Well, tidak sepenuhnya benar.. Karena setelah diupgrade firmware nya, N73 ku bisa berjalan normal dan responsif kok.. So, kalau ada yang tanya alasan kenapa aku mengganti Ponsel utama ku ke Nokia 6120 classic ini.. Beberapa alasan diantaranya: - Nokia N73 mulai bermasalah dalam PC Sync, ketika mensync lebih dari 800 contacts.. dia mulai suka error di tengah sync.. Lalu.. Apa aku harus nyari satu per satu kontak mana yang nomornya berubah, dan kontak mana yang belum masuk dalam daftar contacts di microsoft outlook? kalo cuma 100 orang sih mungkin blum jadi masalah.. Ini kan 800 jek.. mo sampe kapan?
- Nokia N73 yang biasanya lelet (kalau menggunakan message memory dari kartu), akhirnya mulai responsif ketika aku format card dan menggantinya ke internal memory.. Namun setelah beberapa ratus (atau bahkan ribu?) sms/mms yang masuk dan keluar.. Mulailah lelet.. even sudah dihapus message nya.. pernah baca tentang ini di beberapa forum, tapi lupa sumbernya.. salah satu caranya adalah restore factory settings.. haiyah...
- Nokia N73 ukurannya mulai berasa gemuk, apalagi setelah dibandingkan dengan ponsel tipis yang satu lagi, ngerasa ga nyaman aja dengan fitur yang kurang kepakai.. Lagipula kalau sudah ada DSLR, jadi agak males gitu motret pake ponsel.. paling buat iseng² bolehlah.. ga usah sampe 3MP dengan autofocus.. yang paling penting adalah gampang dibawanya..
oke.. sekarang tentang REVIEW Nokia 6120 Classic*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. Nokia 6120 classic end user review: menggunakan firmware
V 03.70 25-05-07 RM-243 Nokia 6120c (B14.01) Sedikit Tech Specnya Nokia 6120c- TFT 16M (240x320 pixels), 2 inches
- Support 3.5G (HSDPA 3,6Mbps)
- 35MB user memory, 64MB SDRAM, 128MB ROM, ARM 11, 369MHz CPU
- microSD (Transflash) card slot, 256MB card included
- Bluetooth v2.0 with A2DP, miniUSB port
- SymbianOS v9.2, S60 rel. 3.1, Java MIDP
- 2MP camera (1600x1200); flash. video(QVGA), secondary QVGA videocall camera
- FM stereo radio, Push to Talk (PTT), MP3/AAC/MPEG4 Player, voice memo, T9, calculator
- Office applications (Excel, PDF, Powerpoint, Word, Zip)
Kelebihan N6120:- Layar 16M (16 juta warna), lebih baik dibanding N73 yang 256k (256ribu) warna
- Ukuran cukup ringkas untuk sebuah ponsel 3.5G dan fitur lumayan (105 x 46 x 15 mm)
- Memory internal lumayan, plus dukungan microSD slot dengan card microSD bawaan Nokia 256MB. Lumayan cukup walau sedikit kurang untuk menyimpan video² mp4.
- Cepat dan responsif. Berpindah menu dan menjalankan aplikasi tidak lelet seperti dulu.. Mungkin berkat dukungan 369MHz CPU ARM11 yang cukup membantu mempercepat akses
- Mendukung 3.5G (HSDPA) hingga 3,6Mbps. Fitur ini akan aku coba kalau dapet coverage 3.5G.. Saat ini aku mencoba menggunakan 3G (UMTS) dan GPRS nya cukup memuaskan. buka web juga tidak lelet.
- Menggunakan miniUSB. Yippe.. yang biasanya nokia punya standar sendiri untuk konektivitas kabel model colokan norak menyebalkan (istilah kerennya: Pop Port), kali ini menggunakan miniUSB. So, kalo kabelnya ketinggalan ya tinggal ambil aja kabel card reader, kamera digital, atau kabel miniUSB lainnya
- Speakernya kenceng dan tidak cempreng.. Akhirnya, walau minus stereo speaker (tidak seperti N73 yang katanya 3D Stereo) tapi kualitas tidak mengecewakan.
- Bisa text to speech.. emang ga ada bahasa indonesia (by default), tapi walaupun sudah didownload untuk bahasa indonesia.. tetep aja ga begitu berguna, kita kan klo sms suka pendek² banget... susah buat dicerna kecuali dilihat.. mabok aja deh tuh yang bacain sms.. :p
- Bisa say callers name.. jadi diantara ringtone muncul suara orang yang manggil nama penelepon.. ga gitu guna juga sama kayak text to speech..
Kekurangan N6120:- ukuran layar 2" dengan resolusi yang sama dengan N73 (240x320) terasa agak kecil, sehingga menyulitkan bagi yang bermata tidak normal
- absennya infrared. oke.. fitur ini kurang berarti, tapi sebenarnya cukup membantu kan untuk menjembatani pengguna ponsel lawas yang masih menggunakan infrared sebagai konektivitasnya?
- kamera belakang 2MP tanpa autofocus. penurunan banget disini compare to N73. Hasil fotonya kurang memuaskan jika menggunakan flash, karena flashnya sangat terang dan berpotensi menghancurkan gambar karena overexposure (untuk jarak dekat). aku lebih menyarankan menggunakan night mode daripada flashnya.
- kamera depan dengan resolusi CIF. Berbeda dengan N series yang menggunakan VGA (640x480), kali ini buat yang narsis berfoto berdua dengan melihat layar harus cukup puas dengan resolusi CIF (320x240). Untungnya hasilnya tidak mengecewakan plus night mode..
- buat maniak sms nokia, kali ini agak sedikit sulit untuk mengetik message dengan cepat karena yang biasanya tombol [*] langsung muncul daftar symbol, sekarang malah ada muncul menu. Namun ini minor, karena 8 simbol terakhir akan muncul paling atas ketika menekan tombol *.
- yang terbiasa dengan kenyamanan browsing contacts di N73 kali ini akan merasa sedikit kerepotan. Misalnya di N73 kita bisa memberikan nama seenak udel (misal: Abee Originalshit Multiply) dimana Abee Originalshit adalah Firstname dan Lastname nya Multiply, lalu kita tinggal memilih mau menelpon dengan mengetik Abee atau Originalshit atau Multiply.. Kali ini kita hanya bisa menelepon Abee dengan Nama Abee atau Multiply (First Name dan Last Name only), tidak seperti N73 yang bahkan bisa mengenali initial.. di N73 kita bisa menelpon Abee dengan mengetik AO (initial dari Abee Originalshit). Kenapa sampelnya Abee? karena dia paling atas di phonebook, makanya sering banget ga sengaja nelepon dia.. maaf ya bee'.. :p
- ada yang aneh di nokia symbian ini? yak.. absennya tombol pinsil... tombol yang biasanya hadir ini sekarang digantikan oleh tombol #. kurang begitu bermanfaat bagi yang terbiasa menggunakan SymbianOS 60 dari jaman dulu..
Segitu dulu yang bisa aku review sampai saat ini. Kalau ada tambahan nanti aku edit.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | WD |
Setelah berlangganan FastNet 1500kbps dan banyak mendownload film2 High Definition (HD), hard disk dirumah akhirnya mulai menipis.. Pengen beli hard disk lagi tapi kayanya butuh yang external. So, aku memutuskan untuk mencari eksternal HD yang kapasitas besar namun tetep valuable..
MyBook ini sebenarnya memiliki 2 Jenis, Essential dan Premium. Beda versi Premium adalah adanya konektivitas Firewire yang diklaim lebih cepat daripada USB 2.0. Namun aku urung mengambil versi Premium karena ternyata ada incompatibility issue menggunakan firewire nya di windows vista. Akhirnya berdasarkan rekomendasi teman yang sudah punya MyBook Premium sebelumnya, aku pun memilih versi Essential yang hanya berbasis USB 2.0.
WD MyBook ini tidak memiliki tombol apapun. Dalam paketnya hanya ada MyBook, kabel data USB, adaptor dengan 2 jenis colokan listrik (UK dan US), dan install guide.
Ketika dicolok pertama kali, ternyata Hard disk ini sudah dipartisi satu dengan format FAT32. Karena masalah utama FAT32 adalah tidak bisa menyimpan satu file dengan ukuran diatas 4GB, aku pun melakukan convert menjadi NTFS.
Aku belum melakukan benchmark speed test read/write untuk hard disk ini. Tapi aku bisa bilang bahwa hard disk ini cepat dan stabil ketika melakukan transfer baik read maupun write.
Kesimpulan:
+ Harga cukup ekonomis (berbanding kapasitas) + Tidak berisik + Lumayan dingin + Design oke, benar-benar seperti buku + Adanya kabel untuk US/UK
- Agak berat untuk dibawa kemana-mana - Butuh AC Adapter - Tidak adanya software untuk backup - Minus Firewire 
Setelah lama ngidam punya sepeda yang bener... Berharap bisa membeli sepeda anjrit.. Namun belum sanggup beli, akhirnya aku pun mencoba memesan sepeda polygon edisi b2w tanggal 24 September lalu.. PIC nya bilang kalau sepeda nya belum ada stok dan mungkin akan ada tanggal 26.. Ditunggu, kok ga dateng2 juga.. Karena sudah pengen punya, dan kena racun sama tukang kompor yang ngajak bangkrut, akhirnya hari ini aku memutuskan untuk mencari sepeda dengan budget yang sesuai.. Dapatlah si hitam ini..Jujurly aku ga gitu ngerti spesifikasi sepeda.. Tapi yang jelas spesifikasi sepeda yang baru aku beli itu:Frame Specialized Hardrock XC (generik) Shock RST Launch T-7 Shifter Shimano ST-EF 50/8 speed Crankset SR Suntour RD Shimano Altus, FD Shimano Sys Hub/Free Hub Shimano Parallax HB MC 12/14 Rim Araya TM 840 F Ban Bontrager Jones XR 26 X 2,20 Sadel Vello , Rem V Brake Sproket SRAM 8 speed
lainnya standard
Saking antusias nya naik sepeda.. Aku memutuskan untuk gowes pertama langsung dari tempat yang jual sepeda di panglima polim ke arah rumah ku di tebet..Ga sangka, ternyata jarak yang aku kira jauh.. Jadi ga berasa jauh.. Enak dibawanya.. Hanya sedikit kehabisan energi setelah naik 2 flyover dari tendean ke arah gatot subroto.. Berenti sebentar untuk minum di warung depan Hero gatsu.. Dan berhasil menaklukkan flyover terakhir di pancoran sebelum sampai rumah..Yah walau belum sampai sepeda anjrit, setidaknya cukup seneng dah punya sepeda yang lumayan untuk kemana-mana... Tinggal beli beberapa aksesoris sebelum bisa dibawa jalan jauh..
Sepedaan yuks.. ^_^
   | 2630 | Sep 16, '07 4:09 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
Lagi jalan-jalan ke Roxy, terus iseng lihat ponsel Nokia yang punya slogan "Ponsel tipis harga minimalis". Kayanya boleh juga ni ponsel.. Actually ponsel lama aku masih bagus. Cuma beberapa orang yang sering aku telepon komentar bahwa ada suara ga jernih apabila aku telepon mereka.. Alhasil aku berniat tuker tambah dengan ponsel tipis ini. referensi ponsel Nokia 2630 ada di sini. Sedikit tech specnya
Layar TFT 65k (128x160 pixels) Ringtone 24 polyphonic, MP3 Phonebook 1000 entries 11MB user memory GPRS Class 10, EDGE, Bluetooth, USB VGA Camera (640x480), video (128x96) Java MIDP 2.0, MP3 Player, Recorder, FM Radio Kelebihan 2630 Ukuran kecil. tinggi 105mm, lebar 45mm dan tebal 9,9mm Ringan, hanya 66 gramSudah memiliki bluetooth. Bisa untuk transfer² file walau memori terbatas (banget). VGA Camera. Cukup untuk sekedar menyalurkan narsis GPRS dan MMS. Lumayan untuk akses google.com saat ujian. atau ngirim foto via mms Radio FM. Sayang mesti dicolokin earphone. Speakerphone. Lumayan untuk ngobrol rame² Kekurangan 2630 Memory internal 11MB. Mau diisi apa yah cuma segini? :( Bisa MP3, tapi ga bisa buka WAV Respon Agak lambat Lepas batere means set ulang date/time. As usual.. Voice Recorder 1 menit. Interface message nya agak aneh Keypad kurang enak buat dipake ngetik sms
Pertama kali ngeliat, ni ponsel kok box nya kecil banget.. Jadi ga ada bangga nya gitu beli ponsel. Dicoba, ternyata not bad juga. Suara nya oke.. Baik dari sisi penelpon ataupun yang ditelepon. Sedikit agak masalah pas sms.. Interface nya aneh. Karena menu messagenya nyatu, baik mau kirim sms ataupun mms.. Jadi membingungkan dengan menu yang kurang penting. Space view untuk sms nya jadi agak terbatas. Belum lagi keypad nya agak nyebelin.. Bikin pegel kalo ngirim sms. Tapi untuk ukuran ponsel tipis plus kamera dan bluetooth ini, harga 1,25 sudah lumayan. Bluetooth nya cukup membantu untuk transfer file, walau terbatas banget spacenya. Mungkin segitu dulu yang bisa aku tulis. More updates.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | PM |
Sebenernya ga tau mereknya apa.. mau ditulis semoga awet tapi kalo emang awet gimana? Karena emang ada tulisan PM.. Mungkin itu kali ya yang bikin.. :p
Eniwei, alasan aku beli ini karena sudah agak bosen beli charger mobil untuk ponsel, pda, iPod dsb. Masing2 punya colokan sendiri dan harganya pun mulai ga worthed..
Sepaket charger all-in-one ponsel harganya 75rb. Charger iPod all-in-one harganya 75rb. Charger notebook Toshiba untuk mobil harganya 175rb. Ditotal harganya lebih dari 200rb. Dan itupun terbatas kemampuannya untuk masing-masing perangkat.
Lagi iseng jalan2 di tokousb.com, nemu barang ini. Yang 100W harganya 160rb. Yang 500W harganya 360rb. Sepertinya harga 200rb untuk 300W ini sudah cukup valuable, dibanding yang 100W dengan beda harga 40rb.
Nah, aku iseng coba untuk ngecharge laptop aku yang menyedot 75W. Hasilnya cukup stabil. Entah ya apakah inverter ini benar-benar sanggup melayani 300W. Kira2 barang apa yang bisa digunakan? mesin cuci, dispenser atau kulkas ga mungkin kali ya.. blender, hair dryer dan PC masih mungkin. Atau ada yang ingin mencoba mesin pompa air di mobil? :p
Hanya saja ketika beroperasi, kipas pendinginnya berputar sedikit berisik.. Yah kira2 sedikit lebih keras dari suara blower AC level 2.
Lumayan ringan dan valuable juga, terutama untuk orang yang sering berpergian pakai mobil dan sering ngecharge barang2 di mobil.. Soal berapa lama barang ini awet, we'll see... :D 
 Dulu waktu masih pakai laptop besar, tas Dicota Bacpac Jump adalah tas paling pas untuk aku pakai. bisa muat sampai 2 laptop ukuran 15.4" dan 1 laptop ukuran 13" dalam satu tas.. *pengalaman pribadi* Nah, berhubung sekarang laptop ku mulai mengkerut.. rasanya tas Dicota Bacpac Jump jadi terlalu besar. Banyak ruang terbuang sia-sia. Memang masih bagus, apalagi waktu Sosialisasi ke daerah.. Tas ini bisa muat notebook, portable speaker dan portable printer. Semua dalam satu tas. Lengkap dengan ketiga charger plus dua charger untuk ponsel. Hanya saja, untuk dibawa harian sepertinya aku butuh tas lain. Aku ingin beli LowePro Compuday, tapi karena belum ketemu barangnya.. Aku memutuskan untuk membeli sebuah tas laptop yang kecil dan murmer.. alokasi budget under 200k. Ketemulah barang ini. Mereknya entah ya.. SPAR*S. sepertinya dibaca SPARKS. Ah, terlepas dari mereknya.. Barang ini ternyata cukup valuable sebagai tas laptop. Setelah aku unpack, aku isi dengan semua barang perang aku.. Ternyata tas ini cukup bagus juga. Ringan dan cukup tangguh. Hanya saja bahan bantal belakangnya tidak setebal Dicota. Tapi masih lebih bagus daripada tas backpack EIGER untuk tipe yang sama. Foto di samping adalah tas ini setelah aku isi dengan laptop aku dengan chargernya, HSDPA USB Modem, 3 buah Ponsel dan 2 buah chargernya, dokumen setebal 40 halaman A4, 4 buah ballpoint gemuk, KeyBCA, screwdriver kit, iPod video 80GB dengan earphone dan av cable nya, hard disk IDE kantor 3.5" 40GB yang lagi mau diservis dan 6 keping CD & DVD. Dengan harga 175k, tas ini sangat valuable untuk dibeli. :) 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Huawei |
Buat yang langganan Indosatm2 3.5G, pasti kenal sama modem ini. Actually modem ini adalah Huawei HSDPA USB Modem tipe E220. Modem ini bentuknya mungil dan memiliki panjang 9cm. Data transfernya hingga 3.6Mbps. Mendukung HSDPA, WCDMA, EDGE dan GPRS. Terhubung menggunakan mini USB. Hanya tinggal menghubungkan kabel miniUSB ke USB port pada komputer, membuat modem ini sangat portable dibanding versi PCMCIA yang hanya bisa digunakan pada notebook. Modem ini juga driverless, ketika dicolok maka akan muncul CD Drive berisi aplikasi dan driver yang akan terinstall lewat menu Installshield yang sangat user-friendly. Ketika selesai instalasi, maka modem siap digunakan. Hanya tinggal mengklik icon Indosat 3G Connect atau mencolokkan kembali suatu saat akan otomatis menjalankan software ini:  Saat dalam jaringan 3.5G, modem ini akan terhubung dengan kecepatan 3.6Mbps. Dalam kecepatan akses ini, aku mencoba mendownload sebuah file berukuran 6 MB. Kecepatan rata-rata nya adalah 155KB/s. File itupun terdownload kurang dari 40 detik. Dengan kecepatan download 155KB/s, berarti speed nya stabil di 1,2Mbps. Cukup mantap kan? Seperti biasa, tidak semua area mendukung 3.5G ini. Dirumah ku malah hanya dapat sinyal GPRS, otomatis aksesnya turun menjadi 64Kbps. Sayangnya, aku belum mencoba speedtest.net untuk membandingkan kecepatan akses 3.5G aku dengan koneksi lainnya. Besok deh, kebetulan notebook aku lagi di charge dan aku lagi malas untuk konek ke internet via 3G dirumah. Untuk apa internet mobile dirumah ya? kan udah pakai koneksi cable unlimited. :D Dengan laptopku, aku mencoba menggabungkan koneksi cable dirumah dengan 3.5G nya Indosat. Aku memang tidak berharap kecepatan akses internet akan menjadi 2x lipat, karena memang tidak mungkin terjadi. Paling hanya pembagian bandwith nya yang memungkinkan kecepatan yang lebih stabil. Sayangnya aku harus menerima kekecewaan bahwa hanya satu koneksi yang bisa digunakan untuk internet. jaringan rumah aku justru jadi local only, sedangkan internet nya terhubung melalui 3.5G. Gagal deh mau ngegabungin dua jaringan internet.. Yah namanya juga iseng.. :D Mungkin segitu dulu yang bisa aku tulis. Kalau ada yang kurang menyusul belakangan. 
   | WRT300N | Jul 31, '07 8:34 AM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Linksys |
Actually wireless broadband router ini aku pakai sejak februari akhir lalu.. Hanya saja berhubung saat itu sedang cuti ngempi, akhirnya missed dari review.. Dalam review kali ini sebenarnya aku ga pengen bahas tech spec yang bikin mumet, karena aku pernah review seri Linksys WRT54G dan karena bahasannya teknis banget sehingga ga ada yang bisa kasih komentar.. :p Buat yang ngerti, silahkan baca lagi review lama WRT54G itu. Web-based management nya WRT300N ini juga pengembangan dari seri sebelumnya kok. Bedanya, di bagian wireless kita akan bisa menentukan mode radio band yang kita gunakan. Apakah Auto, Standard (20MHz channel), atau Wide (40MHz channel). Security nya ada penambahan WPA Enterprise dan WPA2 Enterprise. Sebenarnya hal ini juga dapat dilakukan di WRT54G, hanya saja dengan firmware yang baru. Penambahan Web Filter untuk Proxy, Java, ActiveX dan Cookies. Kemampuan untuk memblok hingga 3 aplikasi port sekaligus dalam satu policy, Forwarding (Single Port dan Multiple Range Port) hingga 15 aplikasi untuk FTP, Telnet, SMTP, DNS, TFTP, Finger, HTTP, POP3, NNTP dan SNMP. Advanced Quality of Service (QoS) untuk Aplikasi Messenger, Online Game, Ethernet Port dan Voice Device. Lalu ada fasilitas Remote Upgrade. Sisanya nyaris tidak ada perbedaan dengan yang lama. Alasan aku ganti router lama aku dengan yang ini adalah karena kebutuhan soal range dan speed. Terlepas dari belum adanya standarisasi Wireless-N, aku memilih untuk menggunakan Pre-N dari Linksys. Karena aku sudah membuktikan ketangguhan produk networking mereka. Sangat valuable di kelasnya. Diklaim, WRT300N ini memiliki keunggulan jarak jangkauan hingga 4x lipat dan kecepatan hingga 12x lipat dari Wireless G. Makanya diberi nama 300. Apakah memang sanggup hingga 300Mbps, atau melebihi kecepatan transfer kabel ethernet 3 kali lipat.. Sepertinya tidak juga. Actually aku juga belum bisa membuktikan "speed of life" N tersebut karena perangkat wireless network aku juga hanya G biasa. card network pre-n nya hampir seharga WRT300N, jadi aku belum menganggap harga client card nya valuable. Overview, peningkatannya memang hampir 2x lipat dibanding seri G biasa. Kalau Linksys WRT54GX (SRX) kecepatan transfernya mencapai rata-rata 32Mbps, di WRT300N ini mencapai 52Mbps atau nyaris mendekati kecepatan yang diklaim wireless G yaitu 54Mbps. Tentunya tetap masih dibawah kabel jaringan 100Mbps kan? Yah, terlepas dari segala bahasan membingungkan tadi.. Pada kenyataannya memang ada peningkatan lumayan dari segi kecepatan transfer terhadap perangkat client berbasis G biasa. Dan soal range, cukup signifikan. Kalau biasanya aku nongkrong di WC paling jauh dari rumah itu low signal atau malah kadang tidak ada signal, sekarang dengan menggunakan WRT300N ini semua tempat dirumah aku menjadi hotspot. Even di lantai atas ujung belakang rumah. Hum.. Cukup menjanjikan performanya. Sayang aku belum bisa bilang kalau range nya benar-benar 4x lebih luas karena belum tersedia card pre-n sejenis. Untuk yang belum punya wireless router, sebaiknya masih tetap menggunakan WRT54G karena secara valuable masih lebih menang. Lagipula antena WRT54G adalah pigtail sehingga dimungkinkan untuk mengganti antena nya dengan yang lebih baik. Sedangkan 300N ini justru tidak dimungkinkan adanya upgrade. More or less.. Alat ini tetap menjanjikan untuk para mobile warrior yang menginginkan perangkat wireless tangguh dan cepat di rumah mereka. For this.. I'll Give 3 stars.. :) + Jangkauan Lebih Luas + Lebih Cepat + Manajemen lebih baik - Antena tidak bisa diganti - Tidak stackable dengan Linksys lainnya - Sedikit mahal - Belum mendukung Gigabit wired network. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | Toshiba |
Seiring dengan semakin banyak kerjaan aku yang membutuhkan komputer mobile, tentunya notebook Toshiba Satellite A70 aku yang lama (lebih pantas disebut DTR/Desktop Replacement) sudah mesti diganti. Walau sebenarnya secara spesifikasi masih sangat memadai. Tapi dari sisi baterai dan portabilitas, nilainya sudah sangat jatuh. Alhasil, aku mencari partner baru. Kriteria yang aku mau dari partner baru tidak sulit, hanya dua. Pertama, small and lightweight (kecil dan ringan). Kedua, baterainya tahan lama. Just that.. Kecil tapi tidak terlalu kecil. Buat aku, ukuran 12" adalah minimal untuk kerja. Dibawah itu memang enak untuk dibawa presentasi, tapi tidak nyaman untuk kerja. Beberapa kali nyari yang pas, kebetulan temenku yang boss dan sekretarisnya ada yang pakai Notebook seri ini (U205). Dan aku sering ngetest. Ternyata lumayan. Berhubung seri yang dipakai temen aku itu adalah U205-S5034 masih menggunakan XP Media Center, aku sekalian nyari versi Windows Vista. Investasi ilmu buat sistem operasi yang akan banyak digunakan nantinya :) So, pilihan aku jatuh pada notebook ini. Dari segi harga berbanding performance, aku rasa sudah cukup. Ini adalah tech specnya Intel Core 2 Duo T5500 1.66GHz 160GB SATA 1024MB DDR2 DVDRW Double Layer 12.1 WideCSV LCD Display (1280x800) VGA Intel GMA 128 MB Wi-Fi / Lan / Modem / 3xUSB 2.0 / PCMCIA / VGA-Output / Card Reader / Fingerprint O/S : Genuine Windows Vista Home Premium Weight : 1,8Kg Langsung pro & kontra nya aja ya.. + ringan, kecil + layar terang + baterai aku coba bisa 4,5 jam dengan power saving + fingerprint - belum gigabit ethernet - minus bluetooth - minus webcam - vista nya masih banyak bug - memory agak kurang untuk power user Laptop ini aku beli dari warungnotebook.com seharga 13,3jt. Dikirim langsung ke kantor lho.. Cepat pelayanannya.. Recommended Seller deh.. Semoga yang aku keluarkan ini bisa memberi manfaat lebih dan tentunya jadi mesin uang untuk aku nantinya.. amiin.. :) *kalau ada updates nanti aku tulis lagi updates setelah 2 hari pakaisetelah full charge pertama, aku pakai laptop ini dan baterainya bertahan 2 jam 40 menit dengan mode standar (balanced). dalam mode ini wireless aktif dan aku pakai mouse USB. Instalasi program berjalan mulus, hanya saja berasa agak lambat. Curiga dengan RAM, akhirnya aku upgrade RAM nya jadi 2GB. Lumayan membantu untuk membuka aplikasi.. :) cuma entah kenapa kok kadang suka not responding yang ditunggu beberapa waktu baru deh running lagi. wondering sumthin wrong with vista.. nanti aku coba tweak dulu deh.. tapi so far ga ada masalah berarti kok.. tetep stabil.. 
    | N73 | Oct 28, '06 3:04 PM for everyone |
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Cell-phones | | Manufacturer: | Nokia |
H ampir semua temen aku tahu bahwa Ponsel Nokia N70 ku baru hilang tanggal 13 Oktober 2006 yang lalu. Pada saat akan ikut sahur on the road sehabis pulang rapat halbil MP. Alhamdulillah aku masih dapat rezeki untuk mengganti ponsel N70 tsb dengan N73 ini tepat seminggu kemudian, tanggal 20 Oktober 2006. Aku hunting barang ini di Roxy. Pengen garansi nokia, tapi berhubung beda harganya lumayan.. Dan aku tetap perlu spare uang extra untuk memory tambahan, jadi aku ambil garansi distributor atau bahasa kasarnya BM. Aku beli ponsel ini seharga 4.350.000. Menghindari pengalaman buruk dengan N70 yang casing belakangnya tergores, aku pasang crystal case untuk N73 ini. Daripada beli Screen Protector seharga 50rb, mending spend 25rb untuk clear case N73 ini. Karena nyaris full body, tinggal bagian keypad, tombol samping dan slide camera belakang yang terbuka. Sekarang bagian REVIEW N73*referensi tech spec nya aku ambil dari siniLebih lengkap nya bisa klik langsung di link tadi, aku mereview dari sisi pengguna aja. N73 end user review: menggunakan firmware
V 2.0628.0.0.1 10-07-2006 RM-133 Nokia N73 (12) Sedikit Tech Specnya N73Memory internal nya 42MB, didukung slot miniSD (128MB included) Kamera 3.2 Megapixel lensa carl zeiss tessar (2048x1536) autofocus dengan flash, video, dan kamera VGA di bagian depan untuk video call/foto. 3D Sound Stereo Speaker, 64 polyphonic GPRS class 10, WAP 2.0, 3G, Bluetooth, Infrared, USB 2.0 Symbian OS 9.1 series 60, Java MIDP, Push to Talk (PTT), FM Radio, MP3/AAC/MPEG4 player. Kelebihan N73: Ukuran masih masuk akal (110 x 49 x 19 mm; 116 gr) Memory internal cukup besar, didukung miniSD slot hot swap Kamera carl zeiss tessar 2.8/5.6 AF 3.2 Megapixel. Hasilnya lebih oke dari N80 berkat autofocus. (nama lensa cuma numpang keren doang) GPRS nya cepat. Sudah aku test dengan 2 operator (XL dan Telkomsel HALO) untuk browsing, MMS dan messaging dengan Yahoo! Go Bluetooth nya ga ada masalah untuk sync dengan BT dongle di PC, transfer file antar device bluetooth. Ada infrarednya. Jadi ga ada masalah untuk bertukar data dengan ponsel lama yang masih menggunakan infrared. Respon nya cukup cepat walau sudah dibebani data 750MB di miniSD 1GB merek MVM yang aku pasang. Radio FM nya clear, walau sama seperti yang lain. Tetap harus colok headset sebagai antena meski kita ingin aktifkan loudspeaker. 3D Sound nya lumayan, dan suara stereonya nyaring. Tidak distorsi atau pecah seperti N70 atau 7610. Bass nya masih kurang walau sudah diaktifkan mode bass booster. Layarnya 240x320 dengan 256k warna, cukup besar dan cerah. Dan lebih irit baterai, bisa sampai 3 hari pemakaian normal. Tapi berhubung sering explorasi dan denger musik, paling 2 hari sudah mesti charge. Kekurangan N73: Buat yang doyan nyimpen SMS dari ponsel nokia jadul di card, kali ini boleh sedih karena walaupun dipaksa untuk copy sms (yang biasanya ada di \system\mail) ke (\Private\1000484b\Mail2) dan berhasil, jangan harap bisa direstart karena akan hang jika dinyalakan dengan miniSD terpasang. kalaupun dilepas pasang ketika dinyalakan, maka akan tidak terbaca lagi sms nya ketika dipindah ke memory card Jenis charger nya menggunakan seri N, kecil. Jadi tidak kompatibel dengan Nokia kebanyakan yang sejuta umat. Program symbian nya v9.1, tidak bisa dicopy begitu saja lewat kartu memory yang sudah ada. Harus diinstall. Dan banyak software yang blum kompatibel dengan Symbian v9.1 ini. Respon foto agak lambat, kamera depan tanpa night mode, dan kadang hasilnya berwarna aneh Masih ada bug (mungkin firmware nya), kalau lagi view gambar dan kita ingin zoom, suka muncul memory full, karena dianggap lagi buka program lain. Padahal ga buka apa-apa. Pas capture video, hasilnya seperti ada noise. Belum sempet terdeteksi karena apa. Nanti aku coba cek lagi deh. Segitu dulu yang bisa aku review sampai saat ini. Kalau ada tambahan nanti aku edit.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Digital Cameras | | Manufacturer: | Logitech |
Info lengkap tentang webcam ini ada di website resminya. Aku hanya ambil beberapa tech spec dan lebih ke end-user review. Tech Specs: - True 1.3 Megapixel Sensor (gambarnya oke banget untuk sebuah webcam) - Motorized Pan & Tilt (bisa rotate 189º horizontal view, 102º vertical view) - RightLight Technology (tanpa lampu tambahan tapi tetep bagus gambarnya) - Built in Microphone with RightSound Technology (ada micnya, tapi semua dalam satu kabel USB. Suaranya jelas tanpa echo dan feedback walau pakai speaker 5.1) - Video Effects (bisa nampilin webcam dengan efek lucu seperti kumis, kacamata, bahkan video 3D. Dimungkinkan dengan ada nya teknologi Intelligent Face Traking. End user reviewAku beli webcam ini bukan untuk kesenangan semata, melainkan untuk modifikasi penerapan teknologi webcam yang biasa nya hanya sebagai video conference menjadi surveillence camera berbasis web. Kalau berhasil modifikasi software dan menambahkan mikrokontroler di bagian outputnya, aku ingin mengajukan ide ini untuk thesis s2 aku. Kalau ga berhasil, setidaknya ga sia-sia.. Ada webcam yang kualitasnya oke.. hehehe.. :D Logitech QuickCam Sphere MP ini aku beli seharga Rp.1.050.000,- tanggal 18 Oktober kemarin. Sempat aku mengetes webcam ini dengan beberapa teman aku di YM dan MSN. Hasilnya oke juga... Bahkan sepupu aku sempet bikin video amatir dengan webcam ini. Gambar dan suara yang dihasilkan bening dan jernih. hasil iseng video effect:
 Webcam ini dapat dipasang dalam posisi biasa dan dapat dipasang 9" stand supaya bisa berdiri lebih jauh. Dalam ruangan tanpa cahaya (hanya cahaya dari monitor) pun, gambar yang dihasilkan seperti apa adanya. Tidak gelap. Kelemahan webcam ini mungkin di motor nya yang masih terbatas. Pergerakan nya masih blum mulus dan face tracking nya masih belum sempurna. Dalam packetnya, disediakan pula bonus Logitech Stereo Headset. Bentuknya mirip dengan Logitech™ Internet Chat Headset. Overall, cam ini oke banget deh untuk para narsiser yang pengen video conference atau motret diri sendiri di komputer. Bisa bikin video clip pribadi juga.. :) Harga nya agak over sih emang untuk sebuah webcam, tapi masih layak dapet bintang 5 kok.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Epson |
Hee.. aku beli printer ini berdasarkan rekomendasi salah seorang tukang cetak rumahan ;p Awalnya aku emang pengen beli printer yang dibuat sistem infus. Daripada beli cartridge baru mulu atau refill? apalagi dulu MP800 blum ada resetter nya, jadi blum ada toko yang nerima refill nya.. Sempet terpikir untuk beli Canon seri iP4200 untuk dibuat infus, atau canon lainnya, tapi masa canon lagi? well.. give it a try from master cetak d.. :D Beli printer ini di toko langganan seharga 1,18.. Then aku bawa ke toko sebelah (Akeno) untuk dimofidikasi menggunakan tinta infus. Untuk commercial kena 200rb, tapi aku ambil yang excellent.. beda 60rb lebih mahal.. Masi masuk budget lah.. Sempet bermasalah dengan tinta akeno, cartridge hitam nya ga kedetect.. tapi akhirnya beres juga masalahnya. Printer ini menggunakan 6 ink tank.. Black, Cyan, Magenta, Yellow, Light Cyan dan Light Magenta. ketajamannya 5760dpi, cukup baik untuk cetak foto. Tinta akeno ini sendiri ternyata bagus. Tahan air, dan sudah aku buktikan di kertas glossy murahan. Kertasnya rusak karena melengkung, tapi tinta nya tetap nempel baik.. So far sih ga ada masalah dengan printer ini, kalo ada masalah ya tinggal konsultasi sama yang rekomendasi printer ini.. heuehehehe.. 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | DVD Players | | Manufacturer: | Sony |
Yea.. i know.. ini bukan review barang baru... :p
Cuma pengen ngisi review, karena udah cukup lama bagian review ga disentuh.. Padahal sih beli barang banyak.. hehee.. :D
Aku sebenarnya sudah punya DVD��±R/RW Liteon SOHW-1653S. Tapi entah kenapa, DVD±R/RW itu udah ngambeg.. Masih mending kalo ga bisa writing.. ini bahkan udah ga bisa read.. :(
Yauda.. berhubung harga DVD burner udah murah, aku beli lagi..
Harga beli DVD burner ini aku beli agak mahal dari harga yang aku tahu.. di chip classifieds ada yang jual 365rb, tapi aku beli nya di toko langganan di mangga dua yang ngasih harga agak mahal (370rb), tapi aku puas dengan after sales service nya.. kalo rusak diganti baru.. (yah sama aja dengan yang dijual di chip, dia juga ganti baru kalo rusak).. bedanya, karena aku langganan di mangga dua, bukan di itc kuningan.. :D
Tech Spec dulu ya..
Writing speeds: 16x DVD+R 16x DVD-R 8x DVD+R9 DL 8x DVD-R9 DL 48x CD-R
Re-Writing speeds 8x DVD+RW 6x DVD-RW 16x CD-RW
Read speeds: 16x DVD-ROM 48x CD-ROM
Sejak beli, aku langsung disuruh ngeburn 170cd untuk foto prajabatan anak² CPNS kemarin.. Tadinya aku mo bagi tugas dengan Combo drive laptop, tapi entah kenapa Nero nya bermasalah di laptop walau udah berulang kali diinstall/remove..
Alhasil, drive tunggal ini aku pake untuk ngeburn 170cd.. Tanpa istirahat.. :D Hee.. berhasil euy.. Penulisan di CD-R maupun di DVD-R berlangsung mulus tanpa cacat.. Yah masih baru sih emang..
Overall aja d. + Mendukung DVD-RAM + Ga berisik, lumayan cepat - OEM, ga pake BOX - Dokumentasi minim - Ga ada logo SONY di bagian depan - Tray load/eject nya agak lambat (yah standar buat sony emang gitu sih) 
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Other | | Manufacturer: | Gigabyte |
Bukan barang baru, tapi berhubung aku biasa untuk ngereview barang yang aku beli.. Jadi kayanya ga klop kalo ga nulis review ini. Oke.. bahasan tech spec dulu ya.. Specification Model : GH-PDU21-MF Fan Dimension : 110 x 110 x 25 mm H/S Dimension : 110 x 110 x 109 mm Heatpipe : 4 Base material : Copper w/ Ni coating Fin material : Aluminium Fin Rated Voltage : 12 V Rated Current : 0.1-0.5 A Fan Speed : 1700-3200 RPM Airflow : 36.2-68.5 CFM Noise : 21.3-40.1 dB(A) Bearing Type : Ball Bearing Life Expectancy : 50,000 hr Total Weight : 430gr
Applications: Intel Pentium 4 Processor 870/670/530 (3.8GHz) Intel Pentium 4 478 3.4GHz AMD Athlon FX 55 (939/754) AMD Athlon XP 3200+ (Socket A) Oke.. cukup bahasa teknis nya.. Setidaknya cukup membantu buat yang lagi nyari pendingin untuk Komputernya. User ReviewBarang ini cukup banyak dapet rekomendasi dari forum CHIP. Terutama karena reputasi G-Power Pro ini sampai sanggup mengalahkan pamor nya Thermaltake Big Typhoon. Memang tidak seperti Big Typhoon yang menggunakan 6 heatpipe, tapi 4 heatpipe dari Gigabyte G-Power Pro ini cukup bagus, dan tidak memakan tempat besar seperti Big Typhoon. Disediakan pengencang untuk socket LGA775 Prescott, P4, K8 dan K7. Gigabyte menepati janjinya bahwa Easy Clip Installation - No tool required. Aku sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam memasang HSF ini pada K8, karena memang seperti memasang stock cooling bawaan pabrik. Disediakan juga box smart fan controller yang akan mengatur putaran kipas secara otomatis, dan sebagai tambahan juga disediakan manual controller berupa 3.5" drive di bagian depan dan PCI slot. Karena NZXT Nemesis ku ga bisa dipasang tonjolan di bagian depan, akhirnya aku terpaksa melepas potensiometer yang standarnya di bagian depan untuk dipindah ke PCI slot di belakang. Aku tidak menggunakan thermal grease bawaan Gigabyte, melainkan pakai Thermaltake Arctic Silver 5 yang menurut aku jauh lebih baik. Hasilnya, komputer aku burn test (AMD64 clawhammer 2800+ runs @ 266x9 / 2394MHz) selama 5 jam idle (ruangan non AC).. Suhunya ga sampai 40 derajat. Padahal kipas nya diset paling rendah (1700rpm). Performa yang cukup baik ini mesti ditebus dengan harga yang agak mahal, jadi aku rasa bintang 4 sudah cukup.. :) 
| |